Tegas, Presiden Joe Biden Minta 50% Mobil Baru Harus Bertenaga Listrik

Berita Otomotif

Tegas, Presiden Joe Biden Minta 50% Mobil Baru Harus Bertenaga Listrik

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengambil kebijakan tegas untuk industri otomotif. Ia meminta mobil listrik berkontribusi separuh dari total penjualan kendaraan baru pada 2030.

Biden, seperti dikutip dari Reuters, pada Kamis (5/8/2021),menandatangani Perintah Eksekutif (Executive Order) yang antara lain berisi instruksi tersebut. Akan tetapi, ketentuan itu bersifat tidak mengikat.

Sistem penggerak bertenaga listrik yang dimaksud tak terbatas pada yang 100 persen baterai saja. Plug-in hybrid (PHEV) serta fuel cell alias mobil hidrogen juga masuk dalam hitungan.

Toyota Prius PHEV

Permintaan presiden dari Partai Demokrat ini kepada pabrikan-pabrikan otomotif merupakan bentuk upayanya melawan perubahan iklim akibat emisi gas buang kendaraan.

Di saat bersamaan, ia juga ingin Amerika Serikat lebih digdaya lagi di pasar mobil listrik yang sementara ini didominasi oleh China.

Pemerintahan Biden kini juga sedang mengajukan aturan emisi standar gas buang baru yang bakal didiskusikan lebih lanjut.

“Hal terbesar yang terjadi sekarang adalah adanya tindakan nyata dari pihak buruh maupun pebisnis. Ini adalah masa depan. Kita tak bisa berdiam diri,” ucapnya kepada para wartawan di Gedung Putih.

Respons Pabrikan Otomotif

Perintah eksekutif dari Biden mendapatkan tanggapan beragam dari para pabrikan otomotif global.

General Motors, Ford, Stellantis—perusahaan gabungan PSA Group serta Fiat Chrysler, mengatakan melalui pernyataan bersama bahwa mereka terinspirasi untuk ‘mencapai penjualan mobil listrik sebanyak 40-50 persen dari capaian tahunan mereka di Amerika pada 2030’.

Di sisi lain, pelaku industri yang dijuluki ‘The Detroit Three’ ini menilai target hanya bisa digapai melalui insentif bernilai miliaran dollar dari pemerintah. Termasuk di dalamnya adalah subsidi bagi konsumen, jaringan pengecasan mobil listrik, insentif penelitian dan pengembangan, maupun insentif untuk mengekspansi fasilitas perakitan serta rantai suplai komponen di ‘Negeri Paman Sam’

Sementara, Hyundai menyatakan targetnya untuk mencapai membuat penjualan mobil listrik di sana menyumbang 40-50 persen dari total transaksi pada 2030.

Nissan menyatakan target mereka adalah lebih dari 40 persen pada tahun tersebut.

mobil listrik Hyundai Kona EV

Toyota menyebut target Biden ‘amat bagus untuk lingkungan’ dan mengatakan bahwa mereka ‘akan melakukan bagian mereka'.

BMW, Honda, Volkswagen, dan Volvo Cars lewat pernyataan bersama mengaku mendukung keinginan pemerintah dan meminta pemerintah federal mengambil ‘langkah yang tegas untuk membentuk permintaan pasar’.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Arifin Tasrif pada pertengahan tahun ini sempat melontarkan harapan pemerintah bahwa pada 2050 seluruh mobil serta motor yang dijual di Tanah Air merupakan kendaraan listrik.

Tapi, sejauh ini belum ada regulasi yang mewajibkan hal tersebut. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar