Penjualan Mobil Juli 2021 Diprediksi Turun Signifikan karena PPKM

Berita Otomotif

Penjualan Mobil Juli 2021 Diprediksi Turun Signifikan karena PPKM

JAKARTA – Asosiasi yang menaungi para pabrikan memperkirakan penjualan mobil di Indonesia pada Juli 2021 drop tajam, karena Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pembatasan mobilitas ketat pada tahun ini gara-gara gelombang kedua Covid-19 yang berlangsung sejak 2 Juli dan terus diperpanjang sampai 9 Agustus mendatang. Awalnya, nama kebijakan adalah PPKM Darurat, tapi kemudian diubah menjadi PPKM Level 4.

Banyak daerah di Pulau Jawa yang merupakan kontributor utama penjualan mobil nasional dan Pulau Bali turut terkena. Ada pula wilayah-wilayah di luar Jawa serta Bali yang menerapkan PPKM Level 4 hingga kini.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi, ketika dihubungi pada Rabu (4/8/2021), menjelaskan pembatasan mobilitas ketat lewat PPKM sejak awal Juli memengaruhi pasar dari sisi permintaan maupun produksi.

PPKM Darurat atau PPKM Level 4 Bikin Penjualan Mobil Turun

“Jadi ada dua poin. Pertama, market (pasar) sendiri turun karena diler enggak boleh buka. Kemudian, orang juga enggak bisa pergi. Di sisi lain, produksi sudah pasti turun karena, kan, dibatasi juga waktu produksinya dan segala macam. Jadi impaknya market turun, produksi turun,” ucap Nangoi kepada Mobil123.com via sambungan telepon.

Karena itu, ia memastikan transaksi jual-beli mobil pada Juli turun. Meski belum bisa memastikan persentase penurunannya, Nangoi meyakini angkanya cukup tajam.

“Kalau satu bulan ditutup, pasti akan cukup signifikan juga,” tandas dia.

Gaikindo, menurut dia, saat ini masih menantikan laporan penjualan dari merek-merek mobil penumpang maupun niaga yang menjadi anggota asosiasi. Batas waktunya adalah sebelum tanggal 10 pada setiap bulannya.

PPKM Darurat atau PPKM Level 4 pukul penjualan mobil

Pasar mobil di Indonesia sebenarnya sedang mengalami momentum kenaikan sejak awal 2021, sebelum gelombang kedua Covid-19 serta penerapan PPKM.

Pabrikan-pabrikan otomotif dalam berbagai kesempatan mengatakan penyebabnya adalah penurunan kasus positif Covid-19, aktivitas vaksinasi, dan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) bagi mobil 1.500 cc ke bawah maupun 1.501-2.500 cc.

Data Gaikindo menunjukkan penjualan retail sepanjang Januari-Juni berjumlah 387.827 unit atau naik 33,5 persen ketimbang periode sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Sementara, penjualan wholesales berjumlah 393.469 unit, melonjak 50,8 persen yoy.

Khusus pada Juni, penjualan retail naik 2,5 persen jika dibandingkan Mei menjadi 65.765 unit. Namun, jika dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, ada pelonjakan 120 persen (dari 29.858 unit).

Penjualan wholesales Juni sendiri 72.720 unit, naik 32,7 persen dibandingkan Mei. Kalau dibandingkan Juni 2020, angka tersebut meroket 476,1 persen (dari hanya 12.623 unit). [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar