Pembajakan Mobil Bersenjata Meningkat di Masa Pandemi, Pelakunya Kebanyakan Remaja

Berita Otomotif

Pembajakan Mobil Bersenjata Meningkat di Masa Pandemi, Pelakunya Kebanyakan Remaja

CHICAGO - Tren perampokan atau pembajakan (carjacking) mobil dengan menggunakan senjata api makin meresahkan di Amerika Serikat. Kesulitan ekonomi di masa pandemi covid-19 jadi pemicunya dan kebanyakan pelakunya remaja tanggung. 

Berbicara kejahatan yang melibatkan kendaraan, di Amerika Serikat tercatat setiap 40 detik terjadi pencurian mobil. Dan sekarang ditambah dengan tren meningkatnya carjacking di hampir seluruh kota besar di Amerika Serikat, ini jauh lebih serius, kadang berakibat fatal.

Chicago melapor bahwa kasus carjacking meningkat 2 kali lipat sejak tahun lalu. Sementara di kota lain, Oakland meningkat 38 persen, New Orleans 126 persen dan terburuk Minneapolis yang meroket hingga 537 persen.

Memang masih belum jelas mengapa carjacking meningkat begitu pesat di Amerika Serikat tahun ini. Beberapa sumber mengatakan, khususnya di Minneapolis, kasus melonjak seiring gelombang protes besar terkait kematian George Floyd seorang pria berkulit hitam ditangan polisi. 

Pendapat berbeda disampaikan oleh Chris Herrmann, seorang profesor dari John Jay College of Crimina Justice, New York. Ia fokus menyoroti bahwa kejahatan termasuk carjacking marak terjadi karena terkait erat dengan kesulitan keuangan di masa pandemi Covid-19 dan penggunaan masker/topeng dimanfaatkan untuk melakukan aksi kejahatan.

“Jika kita tidak berada dalam pandemi dan melihat seorang pria datang ke mobil Anda dengan mengenakan topeng, Anda mungkin akan panik kemudian menginjak pedal gas. Tapi saat ini, semua orang memakai topeng. Jadi, ada bagian anonimitas dari pandemi yang menurut saya banyak dimanfaatkan oleh penjahat," kata Chris.

Data lainnya, carjacking belakangan banyak dilakukan oleh anak-anak hingga remaja. Hal ini dipicu karena tidak ada kegiatan belajar mengajar formal di sekolah selama pandemi. Belum lagi, saat ini pusat penahanan remaja tidak menahan para pelanggar atau pelaku kejahatan.

"80% dari pembajakan mobil dan perampokan dilakukan oleh anak-anak hingga remaja berusia 9 hingga 17 tahun. Selama pandemi, ada remaha yang terlibat dalam 10 atau lebih perampokan tetapi tidak ditahan. Ini berarti mereka tetap bebas berada di jalan dan mampu melakukan lebih banyak kejahatan," jelas Charlie Adams, Komandan Kepolisian Minneapolis mengatakan kepada ABC News.

Dengan banyaknya kejahatan di Amerika Serikat, tak banyak yang bisa dilakukan oleh pihak Kepolisan setempat. Apalagi citra polisi sedang kurang baik di sana karena kasus Floyd.

Hanya ada beberapa himbauan dalam situasi sulit seperti ini untuk menekan jatuhnya lebih banyak korban. Pertama tentu waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama tempat yang ingin dituju. Tingkatkan kehati-hatian pada orang yang berjalan atau berlama-lama di dekat atau sekitar Anda.

Namun jika ternyata menjadi korban, disarankan untuk menyerahkan semua yang diinginkan perampok. Kerena jauh lebih baik kehilangan mobil serta harta benda dibandingkan harus nyawa. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar