Gawat, Pencurian Catalytic Converter Mengganas, Punya Material Lebih Mahal dari Emas

Berita Otomotif

Gawat, Pencurian Catalytic Converter Mengganas, Punya Material Lebih Mahal dari Emas

KANSAS - Catalytic converter belakangan marak menjadi sasaran pencuri karena ternyata memiliki material logam yang bernilai jual lebih mahal dari emas.

Departemen Kepolisian di Amerika Serikat melaporkan gelombang besar pencurian Catalytic converter terjadi belakangan ini. Untuk diketahui, catalitic converter adalah alat pengendali emisi buangan yang menempel di tengah knalpot.

Karena posisinya yang terbuka meski berada di kolong mobil, para pencuri hanya membutuhkan waktu singkat untuk menyikat barang tersebut. Dan dilaporkan bahwa kejadian kerap terjadi di bengkel juga tempat penyimpanan mobil perusahaan atau lahan parkir. 

Sejatinya kasus pencurian catalytic converter sudah dilaporkan sejak 2015, namun sempat reda. Dan kembali muncul di masa pandemi Covid-19, indikasi peningkatan kasus disebabkan pengangguran tinggi di Amerika Serikat serta banyak mobil yang didiamkan terparkir lama karena pembatasan aktivitas warga.

Lalu mengapa catalytic converter begitu berharga?. Untuk diketahui, terdapat 3 logam bernilai tinggi pada alat penyaring emisi gas buang tersebut yakni paladium, rhodium dan platinum. 2 logam pertama, paladium dan rhodium punya nilai lebih berharga dibandingkan emas.

Gawat, Pencurian Catalitic Converter Mengganas Karena Punya Material Logam Lebih Mahal dari Emas

Menurut Oklahoma APMEX yang merupakan pedagang logam, harga emas di Amerika serikat berkisar pada Rp 957 ribu per gram. Sementara harga paladium mencapai Rp 1.1 juta per gram. 

Harga yang lebih mahal lagi adalah rhodium. Di masa pandemi harga jualnya mencapai sekitar Rp 2.950 juta per gram dan kemudian saat ini melonjak tajam melewati Rp 8 juta per gram. Sementara harga platinum masih stabil di sekitar Rp 503 ribu per gram.

Saat ini pihak Kepolisian kesulitan untuk melacak kasus pencurian catalytic converter. Di sisi lain, korban pencurian juga mengalami kerugian yang berlapis.

Karena di Amerika Serikat, catalytic converter menjadi komponen sangat vital, dan jika hilang tidak bisa diganti begitu saja. U.S. Environmental Protection Agency yang bertanggung jawab pada perlindungan lingkungan melarang jual-beli catalytic converter bekas secara bebas, spesifikasi harus sesuai dan disertifikasi oleh produsen terutama pada mobil pada usia tertentu.

Beberapa mobil yang telah berumur, setidaknya harus merogoh kocek sekitar Rp 14 juta jika harus mengganti catalitic converter. Itu baru barangnya saja belum termasuk ongkos pasang dan belum lagi harus melewati pengujian kandungan emisi gas buang.

Gawat, Pencurian Catalitic Converter Mengganas Karena Punya Material Logam Lebih Mahal dari Emas
Dari sisi asuransi, National Insurance Crime Bureau atau biro kejahatan asuransi nasional Amerika Serikat dikabarkan kesulitan melacak kasus ini. Dari data 2015 sedikitnya terjadi 4 ribu kasus secara nasional atau meningkat 23 persen dibanding 2008. Dan saat ini diperkirakan angka pencurian diperkirakan naik jauh lebih tinggi.

Sampai saat ini, Mobil123.com belum mengetahui berapa banyak (berat) kandungan logam-logam berharga tersebut di catalytic converter. Namun sepertinya tidak banyak karena berkaitan dengan cost produksi dan kemudian harga jual kendaraan. Mungkin bobotnya sangat-sangat kecil sehingga dibutuhkan lebih banyak untuk menghasilkan uang besar.

Di Indonesia, catalytic converter masih jadi barang ada dan tiada terlebih untuk mobil tua karena penerapan regulasi gas buang tidak seketat Amerika Serikat. Bahkan karena tidak ada aturan hukum yang jelas, beberapa pemilik mobil sengaja untuk melepas perangkat ini karena dianggap menghambat akselerasi atau alasan lain karena berisiko mampet jika mereka mengisi bbm kualitas rendah. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar