WASHINGTON STATE - Dilarangnya terbang Boeing 737 Max menyebabkan perusahaan asal Amerika tersebut terpaksa memarkirkan pesawatnya di lahan parkir karyawan yang seharusnya digunakan untuk mobil.
Pada awal Boeing 737 Max berhasil mendapat respon positif dari masyarakat penerbangan. Sayangnya, kecelakaan yang melibatkan Lion Air dan Ethiopian Airlines menyebabkan pesawat tersebut dilarang untuk terbang.
Kondisi tersebut membuat terjadinya penumpukan pesawat Boeing 737 Max yang menunggu untuk diperbaiki di pabriknya di Washington State. Saking banyaknya pesawat yang harus diperbaiki, Boeing pun akhirnya terpaksa menempatkan pesawatnya di parkiran mobil.
Saat ini, ada sekitar 500 pesawat Boeing 737 Max yang tidak boleh terbang di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sedikitnya ada 100 unit yang saat ini ada di pabrik. Dengan lebar sayap mencapai35 meter, maka mau tidak mau, beragam cara harus dilakukan untuk bisa memarkirkan pesawat tersebut.
Boeing 737 Max sendiri cukup berhasil membuat sejumlah maskapai jatuh hari. Lion Air memesan pesawat ini hingga ratusan unit. Demikian juga Garuda Indonesia yang telah menerima satu unit pesanannya. Namun karena pesawat tersebut dilarang terbang, maka pesawat-pesawat tersebut pun terpaksa harus parkir.
Hingga kini, larangan terbang terhadap Boeing 737 Max masih belum dicabut. Boeing sendiri mengungkapkan bahwa pesawat tersebut hanya perlu sedikit perbaikan khususnya pada software serta sedikit pelatihan kembali kepada para pilot. [Adi/Ari]
Lihat penawaran mobil terbaik!
Berita Utama

Chery Enggak Kaget dengan Pesatnya Pertumbuhan Penjualan Mereka di Indonesia
Berita Otomotif
Siapkan Duit! Neta Mau Jual Dua Mobil Listrik Murah Hingga 2024
Berita Otomotif
Wuling Air EV Punya Varian Baru, Harganya dengan Insentif PPN Cuma Rp188 Juta!
Mobil Baru