Biaya Konsumsi Daya Mobil Listrik Hyundai Tak Sampai Rp60 Ribu untuk Jalan 300 Km!

Panduan Pembeli

Biaya Konsumsi Daya Mobil Listrik Hyundai Tak Sampai Rp60 Ribu untuk Jalan 300 Km!

JAKARTA – Biaya konsumsi daya mobil listrik Hyundai Ioniq dan Kona EV murah bukan lagi cuma mitos.

Sekadar mengingatkan, Hyundai saat ini memasarkan dua model mobil listrik murni di Indonesia. Keduanya, Ioniq serta Kona EV, sama – sama meluncur pada November 2020 melalui seremoni secara virtual karena pandemi Covid-19.

Kona EV versi facelift lalu hadir tanpa gembar-gembor sejak awal 2021.

Hyundai Kona EV Facelift 2021

Berikut harga mobil listrik Hyundai Ioniq dan Kona EV per Maret 2021 on the road Jakarta:

  • Ioniq Prime Rp637 Juta
  • Ioniq Signature Rp677 Juta
  • Kona EV Rp697 Juta

Biaya Konsumsi Daya Mobil Listrik Hyundai

Di sela-sela Hyundai Track Day akhir pekan lalu di Bogor, Bonar Pakpahan selaku Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengatakan jarak tempuh Ioniq bisa mencapai 312 km dalam kondisi baterai penuh menurut pengujian WLTP (Worldwide Harmonized Light-duty Vehicle Procedures). Di sisi lain, Kona EV berjarak tempuh 305 km dalam pengujian yang sama.

Kapasitas baterai lithium-ion dari Hyundai Ioniq 38,3 kWh dan Kona EV 39,2 kWh.

Tarif listrik rumah tangga nonsubsidi untuk daya 1.300 VA – 6.600 VA sendiri, menurut penelusuran Mobil123.com di situs resmi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), saat ini adalah Rp1.444,70 per kWh. Dengan demikian, ongkos pengisian daya baterai Ioniq untuk menempuh jarak maksimalnya hanya Rp55.332,01.

Hyundai Ioniq 2021

Ongkos pengisian daya baterai Kona EV untuk menerabas 305 km juga hampir sama murahnya yakni Rp56.623,24.

Tolok ukur efisiensi mobil listrik murni sendiri adalah kilometer (km) per kWh. Ini berbeda dengan mobil bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) yang km per liter.

Bonar pun mengatakan efisiensi Ioniq adalah 7,24 km per kWh. Sementara itu, konsumsi listrik Kona EV 6,99 km per kWh.

“Ini hasil pengujian laboratorium, sehingga untuk kondisi aktual konsumen bisa mendapatkan hasil yang berbeda,” lanjut dia.

Pasar otomotif Tanah Air sebentar lagi akan memasuki era mobil listrik. Jika tak ada perubahan, insentif-insentif untuk mobil hybrid, plug-in hybrid (PHEV), full baterai murni mulai berlaku pada Oktober 2021.

Pada 2025, Pemerintah ingin 20 persen produksi lokal kendaraan dikontribusikan oleh hybrid sampai mobil listrik murni. Pada tahun itu juga, rencananya ada 2.400 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah. [Xan/Had]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar