Mitsubishi Xpander Versi Reli Akan Dijadikan Kelinci Percobaan

Berita Otomotif

Mitsubishi Xpander Versi Reli Akan Dijadikan Kelinci Percobaan

TANGERANG - Mitsubishi akan menjadikan sepak terjang Xpander di ajang balap reli sebagai salah satu ‘laboratorium’ untuk riset dan pengembangan selanjutnya.

Sekadar mengingatkan, Mitsubishi di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 pada akhir pekan lalu memperkenalkan Xpander Rally Team (XRT) yang akan mengikuti kejuaraan nasional maupun internasional. Mereka akan menggunakan Xpander AP4 yang sebelumnya sudah diperkenalkan sebagai mobil konsep dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019.

Intan Vidiasari, Deputy Group Head of Planning and Communication Group PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), mengatakan bahwa keputusan mereka menceburkan Xpander ke ajang reli tak lepas dari keinginan mengeksplorasi kemampuannya lebih lanjut. Merek asal Jepang ini, menurutnya, ingin melihat keunggulan serta kemungkinan pengembangannya di masa depan.

“Ini akan kami jadikan sebagai laboratorium alam untuk dilaporkan ke kantor pusat kami supaya dikembangkan lagi sesuai dengan kondisi dan alam Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers.

Secara total, ada enam ajang reli yang akan Xpander AP4 ikuti. Pertama adalah NZRC Goldrush Rally of Coromandel pada 16 - 17 Agustus di Moewai Park Whitiangga, Selandia Baru.

Lima lainnya adalah Kejuaraan Nasional Sprint Rally Putaran Dua hingga Putaran Lima. Kejurnas nantinya berlangsung pada September hingga Desember tahun ini.

XRT sendiri beranggotakan tiga orang. Pertama adalah Rifat Sungkar sebagai inisiator dan pembalap, M. Redwan selaku Co-Driver, sampai Julian Johar sebagai Manager Tim. Pembentukan XRT diawali oleh pengajuan dukungan oleh RFT Motorsport kepada Mitsubishi untuk mengubah Xpander sesuai regulasi kelas baru di balap reli internasional yaitu AP4.

Rifat sendiri yakin Xpander mampu menjadi mobil reli karena banyak aspek darinya yang terinspirasi dari Lancer Evo X, salah satunya adalah rancang bangun sasis. Hal ini menjadikan keseimbangannya amat bagus.

AP4 sendiri mewajibkan 80 persen bodi kendaraan sama. Modifikasi dilakukan antara lain pada suspensi maupun drivetrain.

“Kendaraannya sudah 90 persen siap. Kami masih harus fine tune lagi menjelang lomba Agustus. Ketika saya membongkarnya banyak yang mirip degan Evo X sehingga saya sudah punya nalar untuk membangun model ini untuk kompetisi,” ujar Rifat. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support