Mitsubishi Xpander Rakitan Cikarang Dijual juga di 7 Negara Tahun Lalu

Berita Otomotif

Mitsubishi Xpander Rakitan Cikarang Dijual juga di 7 Negara Tahun Lalu

JAKARTA – Mitsubishi Xpander hasil rakitan pabrik Cikarang, Bekasi pada 2018 diekspor secara utuh (Completely Built Up/CBU) ke tujuh negara di berbagai region dengan volume mendekati 30 ribu unit.

Xpander, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), membukukan volume ekspor CBU hingga 27.342 unit. Low multi purpose vehicle (LMPV) dengan desain mirip sport utility vehicle (SUV) tersebut dikapalkan ke Benua Asia, Afrika, hingga Amerika.

Xpander sendiri menjalani debut globalnya di Indonesia pada Agustus 2017. Mobil ini mendapat respons jauh di atas perkiraan dan pabrik baru Cikarang yang beroperasi mulai April sempat kesulitan memenuhi.

Indennya karena itu sempat mencapai sekitar 6 bulan, khususnya bagi varian termewah. Pada 2017 penjualan wholesales di Indonesia mencapai 13.070 unit dan pada 2018 jumlahnya menjadi 75.075 unit berkat peningkatan kapasitas produksi menjadi 115 ribu unit per tahun, dari rencana awal 80 ribu unit per tahun.

Xpander bahkan sempat menjadi LMPV sekaligus mobil terlaris di Indonesia pada sembilan bulan pertama 2018. Namun, di ‘tikungan-tikungan akhir’, Toyota Avanza kembali bisa mengambil alih hingga tutup tahun.

Asia Tenggara Hingga Afrika
Lebih lanjut, Mitsubishi kemudian mulai mengekspor Xpander sejak April 2018, dengan Filipina sebagai negara tujuan pertama. Sebulan setelahnya, tujuan bertambah ke Mesir, Thailand, Bolivia.

Pada Agustus, giliran Vietnam yang ‘digarap’ oleh Xpander buatan Cikarang. Satu bulan berselang, pengapalan ke Sri Lanka dijalankan.

Negara terakhir yang ‘mencicipinya’ adalah Bangladesh.

Ekspor Xpander ke Filipina mendominasi. Unit yang dikirim ke sana berjumlah 16.123 unit atau 58,97 persen dari total ekspornya pada 2018.

Thailand berada di peringkat kedua dengan selisih yang sangat jauh. Pasalnya, Xpander yang dikirim ke sana ‘hanya’ 6.890 unit dengan kontribusi 25,2 persen saja.

Vietnam menempati posisi ketiga dengan volume 2.290 unit atau 8,38 persennya. Selanjut secara berturut-turut ada Mesir (volume 700 unit, kontribusi 2,56 persen), Sri Lanka (105 unit, 0,38 persen), Bolivia (104 unit, 0,38 persen), Bangladesh (30 unit, 0,11 persen).

Adapun total produksi sepanjang Januari – Desember tahun lalu berjumlah 107.693 unit. Ini artinya sebanyak 25,39 persen di antaranya ditujukan bagi pasar luar negeri. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar