Merek Mobil China BYD Susul Wuling dan DFSK Bangun Pabrik di Indonesia

Berita Otomotif

Merek Mobil China BYD Susul Wuling dan DFSK Bangun Pabrik di Indonesia

TANGERANG – Kehadiran merek mobil China BYD di Indonesia tampaknya tinggal tunggu waktu. Mereka dikabarkan sedang bersiap membangun pabrik, seperti yang sudah dilakukan oleh Wuling dan Dongfeng Sokon (DFSK).

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), membeberkan bahwa BYD kini sedang dalam proses membangun fasilitas perakitan di Tanah Air. Menurut dia, mobil-mobil China sangat berpotensi masuk ke negeri ini dan BYD memang ingin menjadikan Indonesia sebagai basis produksi.

“Mereka sangat mengejar peluang di Indonesia, negara yang dekat dengan Australia yang pasarnya 1,2 juta unit tapi tak punya pabrik mobil. Jadi seharusnya ekspor dari Indonesia sangat menguntungkan. Kita lihat saja nanti,” ucap dia menjawab pertanyaan Mobil123.com di sela-sela pameran GIIAS 2019, 18 - 28 Juli di Serpong, Tangerang.

BYD sekarang telah masuk Indonesia sebagai mobil komersial dalam jumlah kecil. Korporasi yang berpusat Shenzhen itu menyuplai armanda mobil listrik bagi taksi Blue Bird.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian juga mengungkapkan niat BYD masuk pasar Indonesia. Mereka disebut-sebut berniat membenamkan investasi pengembangan mobil listrik.

Hingga detik ini sudah ada dua merek mobil asal ‘Negeri Tirai Bambu’ yang aktif di Nusantara. Mereka adalah Wuling serta DFSK.

Keduanya tak hanya sekadar menjual kendaraan, tapi juga berinvestasi untuk membangun pabrik. Wuling pertama kali meluncurkan kendaraan pada 2017 dan kini sudah mempunyai tiga model yaitu Confero, Cortez, Formo, Almaz.

DFSK, di sisi lain, agak tertinggal dari Wuling karena baru aktif berjualan mulai 2018. Sekarang, mereka punya tiga model yakni SuperCab, Glory 580, Glory 560.

Di akhir 2018, kedua merek ini sudah mampu meraih lebih dari 1 persen pasar otomotif Indonesia yang totalnya 1,15 juta unit. Padahal, pasar otomotif Indonesia sangat susah ditembus oleh merek non-Jepang sehingga para pemain dari ‘Negeri Samurai’.

Nangoi menjelaskan bahwa seharusnya pabrik BYD nanti merakit mobil listrik. Soalnya, mereka punya spesialisasi di sektor itu.

“Harusnya begitu (produksi mobil listrik). Belum tahu lho, saya. Tapi yang pasti mereka sangat kuat di mobil listrik,” tandas mantan Presiden Direktur PT. Isuzu Astra Motor Indonesia tersebut. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar