Merek Korea & China Pamer Mobil Listrik, Kok Toyota Indonesia ke Mobil Hybrid?

Berita Otomotif

Merek Korea & China Pamer Mobil Listrik, Kok Toyota Indonesia ke Mobil Hybrid?

JAKARTA – Merek Korea Selatan dan China sudah menjual atau menunjukkan beragam mobil listrik murni kepada pasar Indonesia. Toyota, di sisi lain, memilih untuk lebih fokus di mobil hybrid

Hyundai pada 2020 sudah menjual Kona EV dan Ioniq EV. Keduanya menjadi mobil listrik yang berharga relatif terjangkau untuk saat ini, yaitu Rp600 jutaan.

mobil listrik Hyundai Kona EV dan Hyundai Ioniq

Lalu, Wuling telah memamerkan mobil-mobil listrik murni mereka pada berbagai kesempatan.

Terakhir, dalam fasilitas Flagship Wuling Center di Pondok Indah, Jakarta yang baru diresmikan pada 27 Oktober 2021 kemarin, mereka memajang Mini EV, mobil listrik terlaris di China saat ini.

Bahkan, Presiden Direktur PT. SAIC General Motors Wuling Indonesia Shi Guoyong menegaskan, pihaknya berencana meluncurkan mobil listrik ‘dalam waktu dekat’.

mobil listrik Wuling Mini EV

Toyota, di sisi lain, agresif merilis mobil-mobil hybrid khususnya sejak 2019. Mobil berteknologi plug-in hybrid (PHEV) dan 100 persen baterai hanya beberapa.

Sekarang, Toyota menjual 10 model berteknologi elektrifikasi dan mayoritasnya ialah mobil hybrid.

Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, dalam webinar ‘Toyota Electrification Day 2021’ beberapa waktu lalu, mengatakan teknologi hybrid masih menjadi unggulan mereka untuk isu elektrifikasi.

“Kami ingin mendukung penciptaan (kendaraan) ramah lingkungan tapi sekali lagi mobil itu, kan, moda transportasi. Jadi tidak sesimpel memilih satu tipe. Kebutuhan orang berbeda-beda. Situasi infrastruktur berbeda,” ujar dia.

“Jadi, berdasarkan dari kebutuhan masyarakat, teknologi ini kami sediakan dan masyarakat bisa memiliki pilihan-pilihan mereka sendiri sesuai dengan situasi serta kebutuhan masing-masing,” lanjutnya.

mobil hybrid Toyota Corolla Cross

Langkah berbagai merek di atas terkait dengan pemberian banyak insentif dari pemerintah, demi mendorong pasar serta industri mobil berteknologi elektrifikasi.

Pada 2025, 20 persen kendaraan yang diproduksi lokal ditargetkan mengusung teknologi tersebut.

Toyota sendiri sebenarnya pertama kali menjual mobil berteknologi elektrifikasi di Indonesia pada 2009, melalui Prius hybrid. Anton menjelaskan sejak saat itu hingga September 2021, mereka telah menjual nyaris 5.000 unit kendaraan tepatnya 4.975 unit.

Jumlah tersebut diklaim setara dengan pengurangan sekira 300 ribu gram CO2.

“Ini setara dengan 2.000-an unit kendaraan bermesin konvensional yang dinyalakan dan tidak bergerak. Jadi, emisi yang dikurangi benar-benar sangat banyak,” aku Anton.

Pada 2022, Toyota mengumumkan rencana meluncurkan mobil hybrid produksi lokal pertama. Identitas modelnya masih mereka tutup rapat. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar