Mengenal Lagi Keuntungan Tarif Terintegrasi di Ruas Tol Jakarta - Cikampek

Berita Otomotif

Mengenal Lagi Keuntungan Tarif Terintegrasi di Ruas Tol Jakarta - Cikampek

JAKARTA - Terhitung mulai 17 Januari 2021 pukul 00.00 WIB, PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan segera memberlakukan tarif pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang terintegrasi dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Pemberlakuan tarif terintegrasi ini sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 1524/KPTS/M/2020 tanggal 22 Oktober 2020 tentang Pengintegrasian Sistem Pengumpulan Tol, Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated.

Dengan pemberlakukan tarif terintegrasi ini maka ada beberapa ruas jalan yang mengalami kenaikan. Meski demikian, pengguna jalan tol diklaim akan tetap mendapatkan beragam keuntungan yang dapat dinikmati.

Hal ini disampaikan oleh Vera Kirana, Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC). Menurutnya saat ini ruas tol Jakarta – Cikampek sudah mendapatkan penambahan kapasitas 4 lajur menjadi 6 lajur.

Tarif baru tol

Dengan penambahan lajur ini maka mempengaruhi kelancaran keseluruhan ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Pendistribusian kapasitas di Jakarta-Cikampek karena adanya pemisahan perjalanan jarak jauh dan jarak dekat tersebut itulah yang juga mempengaruhi peningkatan kecepatan rata-rata yang saat ini dirasakan oleh seluruh pengguna jalan, baik jarak jauh maupun jarak pendek.

Ia juga menambahkan bahwa dari data terlihat adanya penurunan ratio kendaraan untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah. Salah satunya yang tertinggi yaitu di segmen Cikarang Timur–Karawang Barat yang semula 1,07 turun menjadi 0,63 (arah Cikampek) dan 1,10 turun menjadi 0,63 (Arah Jakarta) .

Selain itu, terjadi penurunan signifikan untuk rata-rata ratio kendaraan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek. yang semula semula 0,80 menjadi 0,56. Sementara untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek  arah Jakarta dari semula 0,81 menjadi 0,54.

“Dengan adanya penurunan ratio kendaraan ini, kami mencatat peningkatan kecepatan rata-rata dari 41,96 Km/Jam menjadi 57,46 Km/Jam di arah Cikampek atau meningkat 36,94%. Sedangkan untuk arah Jakarta kecepatan meningkat dari 45 Km/Jam menjadi 57 Km/Jam atau meningkat 26,8%. Selain itu dari segi percepatan waktu tempuh, dari Cikampek menuju Jakarta dari yang biasanya memakan waktu 77 menit menjadi 60 menit. Sedangkan, dari Jakarta menuju Cikampek yang biasanya memakan waktu 82 menit, kini dapat ditempuh dalam 61 menit,” tambahnya.

Manfaat inilah, tambah Vera, yang diterima pengguna jalan atas maupun bawah adalah sama-sama memberikan perjalanan yang lebih efektif dan efisien. Manfaat yang diterima pengguna jalan jarak dekat adalah distribusi lalu lintas lebih merata sehingga kelancaran di Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah dapat dirasakan cukup signifikan. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar