Mengenal Isi Kandungan Oli mesin

Panduan Pembeli

Mengenal Isi Kandungan Oli mesin

JAKARTA – Oli mesin mobil maupun motor dirancang untuk melindungi komponen mesin dari berbagai hal seperti gesekan hingga panas berlebih.

Penggunaan oli atau pelumas pada kendaraan sejatinya memerlukan perhatian. Masa pakai pelumas di dalam kendaraan pada umumnya ditentukan oleh masing-masing pabrik pembuatnya. Masa pakai oli sendiri ditentukan setelah melewati berbagai proses pengujian yang terukur baik dari produsen pelumas maupun kendaraan.

Di pasaran saat ini tersedia berbagai macam oli baik jenis maupun merek. Konsumen akan dibingungkan dengan berbagai kode dan jenis oli. Dengan memilih pelumas yang tepat, maka kendaraan akan bisa mendapatkan performa yang ideal dan stabil.

“Biasanya setiap pabrikan mobil sudah menentukan soal jenis oli dan spesifikasi pelumas yang direkomendasikan. Ini untuk memudahkan konsumen menentukan oli yang cocok untuk mesin kendaraannya,” ucap Brahma Putra Mahayan, Junior Technical Specialist HSD Engine Oil PT Pertamina Lubricants beberapa waktu silam.

Sekadar mengingatkan, pelumas kendaraan memiliki setidaknya delapan fungsi. Pada intinya tugas pelumas adalah menjaga performa mesin tetap optimal di setiap kondisi. Sehingga konsumen dapat merasakan perjalanan yang aman dan nyaman. Adapun fungsi pelumas itu sendiri adalah seperti di bawah ini :

  • Mengurangi gesekan
  • Mengurangi keausan
  • Menjadi media pendingin
  • Membersihkan dan mengendalikan kontaminan
  • Media penerus gerak (hydraulic)
  • Mencegah karat
  • Penyekat (Seal agent)
  • Mendukung beban

Pelumas sendiri terdiri dari beberapa komponen yang mendukung kinerjanya. Saat ini terdapat dua jenis pelumas atau oli yang kegunaannya masing-masing dikhususkan pada mesin yang berbeda-beda. Untuk mengetahuinya berikut ini kandungan dari satu botol oli.
Oli mesin

Base oil merupakan bahan dasar pelumas yang pada umumnya mencapai 90 persen dari total volume keseluruhan. Ini merupakan sifat dasar pelumas yang kekentalannya mendukung beban. Lalu sisanya disematkan zat adiktif untuk membentuk sifat pelumas yang diinginkan pada proses pelumasan. Jenis adiktif ini berbeda-beda kebutuhannya dari masing-masing mesin.

Nah, base oil sendiri terbagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah base oil mineral yang berasal dari proses pengolahan minyak bumi. Oli jenis ini menjalani proses residu dari kilang BBM menjadi base oil tertentu.

Base oil selanjutnya adalah synthetic yang berasal dari reaksi kimia (synthetic) beberapa senyawa kimia tertentu yang menghasilkan satu jenis senyawa kimia dengan sifat yang diharapkan. Dalam hal ini, pelumas synthetic ada yang dibuat tanpa menggunakan bahan dasar minyak bumi sekalipun.

Perihal oli sintetik dan mineral sendiri memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Pada umumnya mobil maupun motor keluaran terbaru sudah menerapkan oli sintetis karena sesuai dengan kebutuhannya.
oli mobil

Oli sintetis dikatakan memiliki ketahanan lebih terhadap panas, lalu titik tuang atau pour point lebih rendah. Oli jenis ini juga lebih tahan akan oksidasi sehingga lebih stabil. Kemudian oli jenis ini kekentalannya lebih stabil dengan viskositas indeksnya juga tinggi.

Dengan segala keunggulan yang disebutkan di atas, pelumas sintetis memiliki umur pakai lebih lama daripada mineral. Meskipun lebih lama masa pakainya, pada umumnya pelumas ini ditawarkan dengan harga lebih mahal.

Sedangkan oli mineral hingga saat ini memang sudah banyak ditinggalkan oleh konsumen. Namun bagi para pemilik mobil atau motor keluaran lawas, oli jenis ini lebih digemari karena sesuai dengan kebutuhan mesinnya. Selain harga yang ditawarkan sendiri lebih terjangkau.

Seperti telah dijelaskan di atas, di dalam sebuah kaleng atau botol oli mesin terdapat adiktif yang membantu kinerja oli sesuai dengan kebutuhan mesin. Adapun kandungannya meliputi :

  • Viscosity Modifier
  • Detergent
  • Oxidation Inhibitor
  • Oiliness Agent
  • Rust Inhibitor
  • Corrosion Inhibitor
  • Anti-foam Agent
  • Dispersant
  • Pour point depresant
  • Anti-wear agent

Formulasi pelumas mesin yang tersebut di atas hanyalah sebuah kandungan yang disematkan oleh produsen. Yang perlu diperhatikan oleh konsumen dalam memilih sebuah pelumas adalah klasifikasi kekentalannya berdasarkan Society of Automotive Engineers (SAE). [Dew/Ari]

 



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar