Perbedaan Oli Sintetik & Mineral, Mana yang Mobil Anda Sebaiknya Pakai?

Panduan Pembeli

Perbedaan Oli Sintetik & Mineral, Mana yang Mobil Anda Sebaiknya Pakai?

JAKARTA - Oli mesin turut menentukan lancar-tidaknya performa dapur pacu. Di pasar, konsumen dapat memilih antara oli mineral maupun oli sintetik.

Peran oli mesin terbilang vital. Menurut situs resmi Auto2000, fungsinya tidak sekadar mengurangi gesekan antarkomponen di dalam mesin ketika sedang bekerja menggerakkan kendaraan.

Ada pula fungsi pendinginan, pencegahan karat, peredaman tekanan, perapat ruang antara silinder dengan piston, hingga pembersihan ruang mesin.

Nah, ketika sedang melakukan servis di bengkel, konsumen dihadapkan dengan berbagai jenis oli, antara lain ialah oli mineral serta sintetik.

Lantas, mana yang mobil Anda sebaiknya pakai? Untuk menjawabnya, berikut dijabarkan perbedaan di antara dua jenis oli itu, seperti dijelaskan jaringan bengkel resmi Toyota:

Oli Mineral dan Oli Sintetik

  • Oli Mineral

Oli mineral dibuat dari bahan baku 100 persen minyak bumi. Oleh karena itu, prosesnya dari bahan mentah hingga menjadi oli mesin terbilang panjang.

Tingkat kekentalan atau viskositas oli mineral lebih tinggi dari oli sintetik. Oleh karena itu, banyak yang menilai oli mineral cocok bagi mesin mobil-mobil lawas yang rangkaian tiap komponennya tidak serapat mobil-mobil kekinian.

Kemampuan melepas kalor (panas) yang dimiliki oli mineral tidak sebagus oli sintetik. Oli mineral pun lebih gampang menguap maupun teroksidasi.

Struktur molekulnya yang tidak rata bisa berdampak pada kinerja pelumasan mesin. Oleh karena itulah, usia pakai oli mineral cenderung lebih singkat.

  • Oli Sintetik

Perkembangan teknologi serta ilmu kimia kemudian melahirkan oli sintetik. Berbeda dengan oli mineral yang dibuat sepenuhnya dari minyak bumi, oli sintetik diciptakan 100 persen dari rekayasa kimia.

Alhasil, struktur molekulnya dapat dibuat lebih baik serta lebih teratur.

Viskositasnya sendiri relatif lebih rendah ketimbang oli mineral. Oleh karena itu, oli sintetik amat direkomendasikan dipakai di mobil-mobil keluaran terkini dengan rangkaian komponen lebih rapat dan lebih presisi.

Terakhir, oli sintetik bisa lebih bagus dalam melepas panas yang muncul ketika mesin bergerak.

Membaca penjelasan di atas, dapat disimpulkan kalau oli mineral adalah jenis yang cocok untuk mobil-mobil lama. Sementara, mobil-mobil modern amat disarankan menggunakan oli sintetik.

Hal yang jauh lebih penting lagi ialah melakukan penggantian oli mesin mobil secara rutin, sesuai rekomendasi buku manual. Lalu, gunakan pula produk oli yang asli.

“Jika kerap pakai oli palsu maka mesin cepat aus dan timbul bunyi bunyi. Parahnya lagi berpotensi turun mesin,” kata Kepala Bengkel Auto2000 Indramayu Jawa Barat Dani Muhammad Sidik. [Xan/Dms]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil bekas berkualitas <<<<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar