Lama Tak Terdengar, Mobil Perdesaan Ternyata Ikut Tangani Pandemi Corona

Berita Otomotif

Lama Tak Terdengar, Mobil Perdesaan Ternyata Ikut Tangani Pandemi Corona

JAKARTA – Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes), atau yang sempat disebut sebagai ‘mobil perdesaan’, sempat lama tak terdengar. Namun, di tengah pandemi virus Corona di Indonesia, kabar mengenainya akhirnya muncul lagi.

Sekadar mengingatkan, AMMDes merupakan proyek moda transportasi bagi daerah terpencil atau ekonomi perdesaan yang diinisiasi pemerintah. Produksinya kini berada di bawah tanggung jawab anak perusahaan PT. Astra Otoparts di pabrik dengan kapasitas produksi ribuan unit per tahun.

Kabar terakhir mengenai mobil perdesaan muncul pada September 2019. Ketika itu, di dalam pameran Indonesia Electric Motor Show, mobil ini diubah menjadi mobil listrik.

Kini, di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 yang baru diketahui masuk Indonesia sejak awal Maret 2020, mobil perdesaan akhirnya muncul lagi. Kendaraan tersebut ternyata digunakan sebagai moda transportasi yang digunakan untuk sosialisasi bahaya Corona di daerah-daerah yang sulit dijangkau di Lebak, Banten.

Di Lebak sendiri mobil perdesaan sudah digunakan sebagai ambulance feeder sejak Juli 2019. Ini terjadi berkat kerja sama antara pemerintah setempat, USAID Jalin, PT. Samudera Marine Indonesia, PT. Kreasi Wintor Indonesia, dan PT. Kreasi Mandiri Wintor Distributor untuk program ‘Pilot Project Peningkatan Pelayanan Transportasi Rujukan Kesehatan melalui pemanfaatan AMMDes Pengumpan Ambulans’.  

“Hal ini membuktikan bahwa AMMDes dapat memberi kemudahan dan bisa digunakan dengan berbagai fungsi sesuai kebutuhan yang diinginkan,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika melalui keterangan resmi beberapa waktu lalu.

Putu mengemukakan, hingga saat ini para petugas Puskesmas Bojongmanik masih aktif mengunjungi masyarakat yang berada di sembilan desa. Mereka menggunakan AMMDes ambulance feeder untuk pergi ke desa-desa khususnya di daerah terpencil, dengan infrastruktur jalan buruk.

Menurut laporan yang diterimanya, lanjut Putu, pihak Puskesmas Bojongmanik menjalankan aktivitas tersebut dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan terkait. Di antaranya pemerintah daerah, Kepolisian, TNI, organisasi masyarakat, serta kader Jamilah dari USAID Jalin Project.

“Peran kader Jamilah dalam kegiatan ini adalah membantu tim Puskesmas untuk memberi informasi kepada masyarakat agar mengikuti konseling,” paparnya.

Tidak hanya menyosialisasikan tentang pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan mereka dari penyebaran Covid-19. Para kader Jamilah ini, lanjut Putu, akan melapor langsung ke petugas Puskesmas jika ada yang diduga (suspect) terjangkit virus korona di lingkungannya dan terus mengawasi pengunjung yang datang ke desa mereka.

Adapun kegiatan lainnya dalam upaya mencegah penyebaran wabah COVID-19 di setiap desa, antara lain adalah mendistribusikan selebaran atau brosur tentang virus Corona, memberikan masker gratis kepada masyarakat dan mengajarkan cara penggunaan yang tepat, mengajarkan cara mencuci tangan dengan sabun dan air yang benar, serta mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS). [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar