Efek Corona, Penjualan Mobil Jelang Lebaran Diprediksi Malah Makin Lesu

Berita Otomotif

Efek Corona, Penjualan Mobil Jelang Lebaran Diprediksi Malah Makin Lesu

JAKARTA – Penjualan mobil April 2020, atau sebulan sebelum Lebaran Idul Fitri, diprediksi akan lebih kecil daripada sebulan sebelumnya gara-gara pandemi virus Corona atau Covid-19. Padahal, pada waktu-waktu normal, penjualan kendaraan roda empat pada momen ini malah melonjak.

Seperti diberitakan sebelumnya, Amelia Tjandra, Corporate Planning and Communication Director PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan penjualan mobil Indonesia pada Maret kemarin turun 22 persen jika dibandingkan Februari gara-gara Corona. Sebagai patokan, penjualan wholesales Februari dalam data Gaikindo adalah 79.573 unit, sedangkan penjualan retailnya 77.831 unit.

Transaksi jual - beli mobil diperkirakan tidak membaik pada April, meski bulan depan Lebaran. Performa pasar pada pada bulan tersebut malah diyakini makin turun lagi jika dibandingkan Maret.

“Pada April ini kami memperkirakan pasar turun lebih dalam lagi karena banyak sekali Samsat sudah tutup (karena Corona). Jadi tidak bisa semua merek lakukan registrasi untuk bisa mendapatkan STNK. Kondisinya kami perkirakan jauh lebih buruh dari Maret,” kata Amelia dalam konferensi video beberapa waktu lalu.

Penjelasan senada juga datang dari Suzuki. Masa ‘panen’ penjualan yang pada awal tahun mereka ekspektasikan terjadi pada April tidak bakal terjadi.

“Harusnya, kan, pada April – Mei kami bisa harvesting (panen) dengan program promo Ramadan. Tapi dengan kondisi seperti ini terus terang (sulit),” tandas Donny Saputra, Direktur Pemasaran PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada kesempatan berbeda.

Sekadar mengingatkan, virus Corona diketahui masuk Indonesia sejak 2 Maret 2020. Pada tanggal tersebut, Presiden Joko Widodo untuk pertama kalinya mengumumkan keberadaan dua pasien positif virus Covid-19.

Virus yang sudah dikategorikan oleh World Health Organization (WHO) tersebut berdampak besar pada ekonomi nasional dan industri otomotif. Kurs rupiah terhadap dollar AS mengalami depreasi sehingga membuat pabrikan menaikkan harga jual mobil, berbagai sektor bisnis tersendat dan pengangguran meningkat sehingga penjualan mobil melesu, pendapatan menurun dan membuat risiko kredit macet meninggi sehingga leasing menaikkan ketentuan uang muka kredit mobil menjadi 40 persen.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sudah merevisi target penjualan mobil nasional 2020. Penjualan yang awalnya diprediksi 1 juta-an unit atau relatif sama dengan tahun lalu diproyeksikan turun 40 persenan-an menjadi 600 ribu unit saja. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar