Pasar Mobil 2019: Model-model Baru Jadi Penentu

Berita Otomotif

Pasar Mobil 2019: Model-model Baru Jadi Penentu

JAKARTA – Proyeksi penjualan mobil di 2019 terpecah menjadi dua pendapat: stagnan atau bisa naik sedikit dibandingkan 2018. Pihak yang optimistis melihat model-model kendaraan penumpang baru, khususnya di segmen-segmen favorit, akan menjadi ‘faktor X’ di tahun penuh tantangan ini.

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), memperkirakan volume pasar otomotif di tahun bershio Babi Tanah ini berada di level yang sama dengan tahun lalu. Adapun penjualan wholesales mobil pada 2018 berjumlah 1,1 juta unit.

“Angka penjualan 2018 belum tutup. Kira-kira bisa sekitar 1.130.000 – 1.150.000 unit. Masih kami hitung,” ujarnya ketika diwawancarai Mobil123.com via sambungan telepon pada akhir pekan lalu.

Menurut Nangoi, pasar mobil 2019 masih akan menghadapi ketidakpastian yang sama dengan tahun sebelumnya yaitu fluktuasi nilai tukar mata uang di level Rp 14.000/dollar AS, kemungkinan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (SBI) sehingga memperketat kredit kendaraan bermotor, plus pertumbuhan ekonomi relatif sama dengan 2018 (sekitar 5 persen).

Tahun ini, tantangan malah bertambah dengan adanya Pemilihan Umum Presiden.

Nangoi memproyeksikan sektor kendaraan komersial masih menjadi motor utama pertumbuhan, meski kenaikan penjualannya tidak akan setinggi tahun lalu. Jika pada 2018 penjualan kendaraan komersial bisa tumbuh 30 – 33 persen, tahun ini kenaikan 20 – 25 persen saja sudah bagus.

Adapun wholesales kendaraan komersial pada Januari – November 2018 adalah 255.570 unit. kontribusinya mencapai 24,03 persen dari total pasar yang berjumlah 1.063.464 unit.

“Pasar kendaraan komersial di 2019 tetap tumbuh karena permintaan saya lihat masih kuat sampai akhir tahun kemarin. Ini juga karena industri pertambangan masih ada geliat sehingga memacu permintaan dari batu bara dan lain-lain. Proyek-proyek pembangunan juga masih berjalan baik sehingga dibutuhkan alat-alat pengangkut untuk konstruksi,” paparnya.

Ia juga berharap segmen-segmen semisal multi purpose vehicle (MPV) plus sport utility vehicle (SUV) bisa mempertahankan pasar lewat model-model baru. Insentif pajak untuk mobil ramah lingkungan di regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) diekspektasikan pula terbit tahun ini sehingga sedikit banyak membantu pasar.

Bisa Naik Berkat Model Baru
Sedikit lebih optimistis, Fransiskus Soerjopranoto, Eksekutif General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM) berpendapat pasar tahun ini berpeluang naik sedikit dibandingkan pada 2018. Semua karena banyaknya rencana model-model baru di segmen harga Rp 200 juta – 300 jutaan, khususnya di MPV serta SUV.

“Pabrikan-pabrikan sudah tahu resepnya. Mereka akan berkembang atau bertumbuh kalau memperkenalkan produk-produk baru. Lihat, pasar 2018 naik karena ada perkenalan produk baru. Tak bisa dimungkiri, Mitsubishi Xpander, mobil-mobil dari Wuling, Dongfeng Sokon (DFSK) mampunyai kontribusi terhadap perkembangan industri otomotif tahun lalu. Seluruh pabrikan enggak mungkin mau turun. Saya yakin enggak hanya Toyota tapi Honda, Suzuki, dan termasuk merek China serta Korea akan keluarkan model-model baru,” papar dia via sambungan telepon.

Soerjopranoto mengakui kredit kendaraan bermotor kemungkinan besar makin ketat tahun ini, apalagi jika SBI naik lagi untuk merespons kenaikan suku bunga Bank Federal Amerika Serikat. Namun, mobil-mobil di segmen harga Rp 200 – 300 juta menurut dia sudah tidak lagi terlalu sensitif dengan kenaikan suku bunga. Mereka diyakini akan terpicu melakukan konsumsi jika muncul model baru.

Toyota antara lain berencana meluncurkan Avanza facelift tahun ini. Mereka setidaknya bakal mengaspalkan enam model baru sepanjang tahun. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support