Konsumen Berhak Dapat Penjelasan Soal Performa Ban yang Ingin Dibeli

Panduan Pembeli

Konsumen Berhak Dapat Penjelasan Soal Performa Ban yang Ingin Dibeli

JAKARTA – Para konsumen dinilai berhak mendapatkan penjelasan dari produsen atau pun tenaga penjual ban di toko mengenai performa ban, khususnya mengenai wet grip (daya cengkeram ban di jalan basah). Ini semua agar mereka dapat mengetahui dengan jelas mengenai tingkat keselamatan ban tersebut.

Hasil riset Michelin, menurut Marketing Director Michelin Indonesia Putu Yudha, menunjukkan bahwa level wet grip sebuah ban bisa sangat berubah seiring usia dan tingkat keausannya.

Tingkat perubahannya juga bervariasi. Ban-ban dengan wet grip relatif bagus dibandingkan kompetitor ketika masih baru, namun belum tentu dapat mempertahankan performa yang sama saat sudah aus, demikian pula sebaliknya.

“Untuk studi, kami pernah menghabiskan tapak ban sampai kedalamannya tinggal 3 mm. Terlihat bahwa ban yang tadinya paling jelek saat masih baru ternyata enggak paling jelek ketika tapak sudah 3 mm. Rankingnya berubah. Lalu kami habiskan lagi sampai batas tread wire indicator (TWI). Ternyata rankingnya berubah lagi,” papar dia tanpa menyebutkan merek-merek yang diuji.

Lebih lanjut, performa wet grip ban sendiri penting untuk diketahui. Pasalnya, di aspek inilah sebuah ban menentukan tingkat keselamatan pengguna kendaraan.

“Konsumen memang berhak tahu performa ban ketika masih baru hingga sudah aus. Ini hak konsumen, menurut pendapat kami karena mereka akan memakainya dari awal sampai akhir,” ujar Putu.

Keuntungan Finansial
Dengan memilih ban yang mempunyai wet grip terjaga dari awal sampai akhir, usia ban juga lebih panjang. Pemilik kendaraan dapat mengganti ban ketika kedalaman tapak sudah benar-benar mencapai batas TWI.

Mereka pun bisa lebih berhemat. Sayangnya, ketidakandalan ban atau ketidaktahuan konsumen terhadap performa ban yang dibeli menimbulkan kekhawatiran. Hal ini membuat mereka kerap membeli ban baru sebelum batas di TWI tersentuh.

“Menurut survei kami di Indonesia, ban itu rata-rata sudah diganti pemiliknya saat ketebalan 3 mm. Padahal, masih ada sekitar 1,4 mm lagi dari tapak ban untuk dipakai kalau berdasarkan TWI. TWI itu berdasarkan standar global adalah 1,6 mm,” papar Customer Engineering Support Michelin Indonesia Mochammad Fachrul Rozi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual