Michelin Luncurkan Ban Berdaya Cengkram Kuat di Jalan Basah

Berita Otomotif

Michelin Luncurkan Ban Berdaya Cengkram Kuat di Jalan Basah

JAKARTA – Michelin meluncurkan ban yang diklaim memiliki wet grip (daya cengkeram di jalan basah) lebih bagus dibanding para kompetitor, baik saat masih baru maupun sudah aus.

Produsen ban asal Prancis itu menamakannya Primacy 4. Debut globalnya baru dilakukan pada Januari 2018 dan pada Jumat (13/7/2018) produk tersebut diluncurkan di Indonesia.

President Director Michelin Indonesia Fritz Mueller menjelaskan bahwa pihaknya selalu fokus menciptakan serta memasarkan produk inovatif terbaik dengan penekanan pada aspek keselamatan. Primacy 4 menjadi terobosan terbaru dengan penekanan pada pada peningkatan performa wet grip hingga batas tread wire indicator (TWI).

“Melalui produk ini, kami memperkenalkan konsep keselamatan saat ban masih baru sampai akhir,” ujar Mueller dalam seremoni peluncuran di Jakarta.

Marketing Director Michelin Indonesia Putu Yudha mengatakan performa wet grip ban umumnya semakin berkurang seiring bertambahnya tingkat keausan, berbeda dengan dry grip (daya cengkeram di aspal kering) yang justru makin bagus. Pada aspek inilah tingkat keselamatan pengguna kendaraan terpengaruh.

“Kalau dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Primacy 4 tetap menjanjikan kenyamanan berkendara dan tetap senyap. Bedanya, sekarang kami tetap mempertahankan faktor keamanan sampai akhir. Kalau nyaman dan senyap semua kompetitor di pasar sudah punya. Kami membedakan produk kami dengan konsep ‘aman saat masih baru dan sudah lama’” tandasnya.

Customer Engineering Support Michelin Indonesia Mochammad Fachrul Rozi mengklaim bahwa Primacy 4 dalam kondisi baru mampu membuat mobil memiliki jarak pengereman 2,5 meter lebih pendek dibandingkan merek ban premium lain di pasar berkondisi sama. Sementara, ketika Primacy 4 dalam keadaan aus, jarak pengereman mobil 5,1 meter lebih bagus ketimbang para kompetitor.

Yang lebih mengejutkan, di dalam pengetesan, Primacy 4 dalam kondisi aus diklaim bisa mengalahkan jarak pengereman beberapa merek ban premium berkondisi anyar dengan selisih 1,8 meter.

“Soal metode tes, kami mengukur jarak pengereman pada kecepatan 80 km/jam – 0 km/jam. Jadi kalau mobil itu misalnya mulai mengerem di 100 km/jam, yang kami ukur adalah jarak berhentinya saat 80 km/jam. Kami menggunakan GPS signal dan special tools lain,” papar Fachrul.

Fachrul menerangkan Primacy 4 punya dua teknologi inovatif. Pertama adalah EverGrip Technology . Teknologi  ini terdiri dari alur ban baru yang membuat ruang pembuangan air 50 persen lebih besar, juga senyawa kimia Active Bounding Element yang membuat ban relatif lebih menyatu serta lengket ketika menua.

Ada pula inovasi berupa 2nd Generation Silent Rib Technology. Teknologi satu ini menonjolkan inter-locking bands yang meminimalisir perubahan pada tapak ban saat berputar.

Hal ini mengurangi efek pemompaan udara sehingga ban pun lebih senyap.Daya peredam kejut juga menjadi lebih baik terhadap rintangan di jalan.

Primacy 4 disediakan mulai ukuran 15 – 18 inchi dan menyasar pasar sedan 1.5-liter maupun multi purpose vehicle (MPV). Harganya berkisar dari Rp 1 – 2 juta. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual