Karena Politik, Mantan Pesepakbola Turki Hakan Sukur Jadi Sopir Taksi Online

Berita Otomotif

Karena Politik, Mantan Pesepakbola Turki Hakan Sukur Jadi Sopir Taksi Online

WASHINGTON D.C – Intrik politik membuat mantan pesepakbola Turki Hakan Sukur kini berprofesi sebagai pengemudi taksi online.

Dari pahlawan menjadi bukan siapa-siapa. Ungkapan itu amat cocok dengan kondisi Hakan Sukur saat ini.

Ia pernah amat pernah amat berjaya sebagai pesepakbola. Pria berkebangsaan Turki ini mencetak 51 gol dari 112 penampilan bagi tim nasional sejak 1992 sampai 2007, pemegang rekor pencetak gol tercepat Piala Dunia saat melawan Korea Selatan tahun 2002 dalam waktu 10,8 detik dan akhirnya pensiun pada 2008.

Di samping menjadi legenda bagi klub lokal Galatasaray maupun warga di negaranya, Sukur pun pernah malang-melintang di liga-liga tersohor Eropa. Mulai dari Torino (1995), Inter Milan (2000 – 2002), Parma (2002), Blackburn Rovers (2002 – 2003).

Setelah pensiun sebagai seorang yang kaya raya, Sukur lalu menjadi politikus. Pada 2011, ia memenangkan kursi di parlemen Turki mewakili Partai Keadilan dan Pembangunan.

Namun, seperti dikutip dari BBC baru-baru ini, dia sekarang menjadi sopir taksi online di Amerika Serikat. Dia juga harus menambah pekerjaan sebagai penjual buku demi menyambung hidup dan mencari nafkah bagi keluarganya.

Semua ini karena politik. Ia menyalahkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang diklaim telah membuat tuduhan palsu kepada dirinya, mengancam akan membunuh, sampai memblok semua akses finansialnya.

“Saya tidak punya apa-apa lagi. Erdogan mengambil semuanya mulai dari hak sampai kebebasan saya. Kebebasan berekspresi sampai hak untuk bekerja,” akunya.

Semasa menjadi politikus, Sukur memang kerap dianggap dekat dengan kubu Fethullah Gulen. Akademisi Islam serta rival politik Erdogan ini disebut-sebut sebagai biang keladi percobaan kudeta pada 2016.

Sukur pun terseret kasus tersebut dan dianggap sebagai salah satu yang terlibat. Ia dikejar-kejar oleh aparat keamanan hingga harus kabur ke ‘Negeri Paman Sam’.

“Awalnya saya membuat kafe di California. Tapi orang-orang aneh dan mencurigakan terus berdatangan ke bar. Sekarang saya mengemudikan Uber dan berjualan buku,” tukasnya.

Menurut mantan penyerang haus gol ini, aset-asetnya di Turki dibekukan. Di antara yang ia sebut adalah rumah, bisnis, sampai rekening di bank lokal.

Ia sendiri menolak tuduhan keterlibatannya dalam percobaan kudeta. Menurutnya, tidak ada yang bisa menjelaskan secara rinci apa perannya di dalam kasus itu.

“Saya tak pernah melakukan apa pun yang bersifat illegal. Saya bukan pengkhianat atau teroris,” tukasnya.

Pada 2018, Sukur juga sempat diwawancarai media massa. Ia menegaskan cinta negara serta rakyat Turki walau citra dirinya telah mengalami distorsi oleh media-media yang dikontrol pemerintah. Pemerintah Turki belum merilis pernyataan resmi terkait seluruh pernyataan Sukur. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar