Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif Duh, 'Perang Harga' Mobil China juga Ganggu Harga Mobil Bekas! Duh, 'Perang Harga' Mobil China juga Ganggu Harga Mobil Bekas! Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 15 January 2026 15:20 JAKARTA – ‘Perang harga’ mobil China di Indonesia tak hanya mendisrupsi pasar mobil baru. Pedagang mobil bekas pun mesti putar otak karena bisnis mereka ikut terganggu. Harga mobil berteknologi elektrifikasi dari merek China yang semakin lama semakin rendah, kata Co-Owner AHA Gallery Aldyth Yosua, semakin menyenggol harga mobil bekas. Apalagi, kini merek China memperluas ‘arena perang harga’ dari semula hanya menyasar teknologi BEV (battery electric vehicle) ke PHEV (plug-in hybrid) pula. Konsumen pun sekarang punya kecenderungan bersikap ‘mendang-mending’, antara beli mobil PHEV atau mobil listrik keluaran merek China atau mobil bekas dengan teknologi yang sudah ketinggalan. “Masyarakat mulai membandingkan. Mereka berpikir lebih baik ambil yang listrik dan lebih murah. Itu yang membuat segmen mobil bekas ini mau enggak mau harus mengoreksi harga-harga mobil bekasnya karena orang pasti menilai lebih baik ambil mobil baru dengan teknologi canggih,” kata Aldyth ketika dihubungi Mobil123.com, Kamis (6/11/2025). Artikel terkait ‘Perang’ Harga Mobil China Makin Sengit, BYD Yakin Bisa Terus Kasih Harga yang Solid Mobil Listrik 31 July 2025 ‘Perang Harga’ di Antara Merek China, Wuling bakal Ikut-ikutan Turunkan Banderol Mobil? Berita Otomotif 15 July 2025 Penjualan Mobil Listrik GWM Ora 03 di Tiga Bulan Pertama Mencapai Nyaris 200 Unit Mobil Listrik 05 December 2025 Depresiasi harga mobil bekas yang lebih dalam, lanjut Aldyth, tak hanya terjadi pada unit-unit dari merek China. Resale value (harga jual kembali) dari mobil bekas merek Jepang atau pun Korea Selatan juga semakin turun. “Ketika mobil listrik Tesla masuk pada 2016 atau 2017, segmen yang diincar itu menengah ke atas. Jadi, tidak ada pembandingnya dari sisi mobil bekas. Kami waktu itu aman-aman saja. Tetapi, ketika bermunculan banyak mobil listrik BYD, Chery, Jaecoo, dan lain-lain apalagi pada tahun ini, kami harus adaptif karena mobil bekasnya jadi bersaing dengan mobil baru,” tukasnya. Segmen Mobil Bekas yang Terdampak dan Depresiasi Harganya Tidak semua mobil bekas mengalami depresiasi harga yang parah. Aldyth mengatakan unit-unit seken jenis MPV (multi purpose vehicle) dan SUV (sport utility vehicle) di segmen A dan B masih relatif aman. Soalnya, belum ada mobil berteknologi elektrifikasi, baik PHEV atau pun BEV, yang menawarkan kapasitas 7-seater dengan rentang harga Rp200-300 jutaan. “Oke, sudah ada mobil listrik yang Rp200 jutaan, tapi belum 7-seater. BYD Atto 1 masih 5-seater. BYD M6, walaupun 7-seater, harganya masih Rp400 jutaan dan yang paling murah Rp380 jutaan,” sebutnya. “Ada memang kemarin Jaecoo J5 yang Rp200 jutaan, tapi 5-seater. Yang saya khawatirkan, ke depannya terjadi pergeseran kebutuhan. Orang-orang jadi berpikir ‘enggak apa-apa, deh, bukan 7-seater tapi masih Rp200 jutaan dan lebih canggih',” sambung dia was-was. Satu-satunya segmen mobil murah yang terdampak di pasar kendaraan seken, pantau Aldyth, ialah city car atau LCGC (low cost green car) 5-seater. Sebagian orang yang tadinya membeli Toyota Agya, Daihatsu Ayla, maupun Honda Brio bekas untuk mobil tambahan sekarang beralih ke Atto 1. “Kurang-lebih harga Brio bekas, Agya bekas dan sebangsanya langsung turun hingga bisa 15 persen sejak adanya Atto 1. Brio E 2021 biasanya di Rp155-160 juta, sekarang itu Rp140 jutaan,” pungkasnya. Di luar itu, ‘Perang harga’ mobil China untuk sementara masih lebih banyak menyenggol mobil bekas di segmen C ke atas yang menyasar kelas menengah ke atas. Harga mobil bekas di segmen itu bisa tergerus sampai dengan 40 persen dari kondisi normal. “Bayangkan, biasanya Toyota Alphard 2017, 2018 dulu bisa jual Rp700-800 juta. Itu kondisi sampai dengan awal tahun ini, sebelum Denza D9 keluar. Tapi, saat Denza keluar, kami banting harga Rp600 juta saja tak ada yang sentuh sampai mau enggak mau kami jual rugi di Rp500 juta. Malahan, sekarang itu Alphard 2015 yang dulu di atas Rp500 juta sudah seharga Rp400-450 juta,” papar dia. Contoh lain yang Aldyth kemukakan adalah kehadiran Chery Tiggo 8 CSH yang mengganggu model-model seperti Honda CR-V bekas maupun Hyundai Santa Fe bekas. “Dengan CR-V Prestige 2022 dan 2023, harganya hampir mirip yaitu Rp400 jutaan juta. Kalau Hyundai Santa Fe itu, untuk tipe favoritnya yaitu Diesel Signature 2023 dan 2024, mendekati Rp500 juta. Ibaratnya sekarang baru pakai 1-2 tahun turunnya 15 persen dari harga baru. Kalau masa-masa normal di bawah 10 persen,” tandasnya. Profitabilitas AHA Gallery sempat terkoreksi antara 10-20 persen dari awal sampai pertengahan 2025. Namun, sekarang mereka sudah belajar untuk lebih hati-hati saat membeli stok mobil seken yang terdampak ‘perang harga’ mobil China, sehingga pada tiga bulan terakhir profitabilitas sudah kembali normal. Di tengah gangguan tersebut, Aldyth percaya pasar mobil bekas masih tetap menjanjikan potensi besar. AHA Gallery bahkan membuka gerai ke-10 mereka di Indonesia yang berlokasi di Bali pada Agustus 2025. “Salah satu alasan kami putuskan buka di Bali karena tidak semua kota ‘banjir’ mobil listrik. Salah satunya di Bali. Artinya, stok mobil-mobil bekas kami di sini kami bisa pindahkan ke sana,” tutupnya sembari mengungkap sedikit strategi. [Xan] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait perang harga mobil listrik perang harga mobil perang harga mobil China harga mobil bekas depresiasi harga mobil bekas pasar mobil bekas Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Duh, 'Perang Harga' Mobil China juga Ganggu Harga Mobil Bekas! Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 15 January 2026 15:20 JAKARTA – ‘Perang harga’ mobil China di Indonesia tak hanya mendisrupsi pasar mobil baru. Pedagang mobil bekas pun mesti putar otak karena bisnis mereka ikut terganggu. Harga mobil berteknologi elektrifikasi dari merek China yang semakin lama semakin rendah, kata Co-Owner AHA Gallery Aldyth Yosua, semakin menyenggol harga mobil bekas. Apalagi, kini merek China memperluas ‘arena perang harga’ dari semula hanya menyasar teknologi BEV (battery electric vehicle) ke PHEV (plug-in hybrid) pula. Konsumen pun sekarang punya kecenderungan bersikap ‘mendang-mending’, antara beli mobil PHEV atau mobil listrik keluaran merek China atau mobil bekas dengan teknologi yang sudah ketinggalan. “Masyarakat mulai membandingkan. Mereka berpikir lebih baik ambil yang listrik dan lebih murah. Itu yang membuat segmen mobil bekas ini mau enggak mau harus mengoreksi harga-harga mobil bekasnya karena orang pasti menilai lebih baik ambil mobil baru dengan teknologi canggih,” kata Aldyth ketika dihubungi Mobil123.com, Kamis (6/11/2025). Artikel terkait ‘Perang’ Harga Mobil China Makin Sengit, BYD Yakin Bisa Terus Kasih Harga yang Solid Mobil Listrik 31 July 2025 ‘Perang Harga’ di Antara Merek China, Wuling bakal Ikut-ikutan Turunkan Banderol Mobil? Berita Otomotif 15 July 2025 Penjualan Mobil Listrik GWM Ora 03 di Tiga Bulan Pertama Mencapai Nyaris 200 Unit Mobil Listrik 05 December 2025 Depresiasi harga mobil bekas yang lebih dalam, lanjut Aldyth, tak hanya terjadi pada unit-unit dari merek China. Resale value (harga jual kembali) dari mobil bekas merek Jepang atau pun Korea Selatan juga semakin turun. “Ketika mobil listrik Tesla masuk pada 2016 atau 2017, segmen yang diincar itu menengah ke atas. Jadi, tidak ada pembandingnya dari sisi mobil bekas. Kami waktu itu aman-aman saja. Tetapi, ketika bermunculan banyak mobil listrik BYD, Chery, Jaecoo, dan lain-lain apalagi pada tahun ini, kami harus adaptif karena mobil bekasnya jadi bersaing dengan mobil baru,” tukasnya. Segmen Mobil Bekas yang Terdampak dan Depresiasi Harganya Tidak semua mobil bekas mengalami depresiasi harga yang parah. Aldyth mengatakan unit-unit seken jenis MPV (multi purpose vehicle) dan SUV (sport utility vehicle) di segmen A dan B masih relatif aman. Soalnya, belum ada mobil berteknologi elektrifikasi, baik PHEV atau pun BEV, yang menawarkan kapasitas 7-seater dengan rentang harga Rp200-300 jutaan. “Oke, sudah ada mobil listrik yang Rp200 jutaan, tapi belum 7-seater. BYD Atto 1 masih 5-seater. BYD M6, walaupun 7-seater, harganya masih Rp400 jutaan dan yang paling murah Rp380 jutaan,” sebutnya. “Ada memang kemarin Jaecoo J5 yang Rp200 jutaan, tapi 5-seater. Yang saya khawatirkan, ke depannya terjadi pergeseran kebutuhan. Orang-orang jadi berpikir ‘enggak apa-apa, deh, bukan 7-seater tapi masih Rp200 jutaan dan lebih canggih',” sambung dia was-was. Satu-satunya segmen mobil murah yang terdampak di pasar kendaraan seken, pantau Aldyth, ialah city car atau LCGC (low cost green car) 5-seater. Sebagian orang yang tadinya membeli Toyota Agya, Daihatsu Ayla, maupun Honda Brio bekas untuk mobil tambahan sekarang beralih ke Atto 1. “Kurang-lebih harga Brio bekas, Agya bekas dan sebangsanya langsung turun hingga bisa 15 persen sejak adanya Atto 1. Brio E 2021 biasanya di Rp155-160 juta, sekarang itu Rp140 jutaan,” pungkasnya. Di luar itu, ‘Perang harga’ mobil China untuk sementara masih lebih banyak menyenggol mobil bekas di segmen C ke atas yang menyasar kelas menengah ke atas. Harga mobil bekas di segmen itu bisa tergerus sampai dengan 40 persen dari kondisi normal. “Bayangkan, biasanya Toyota Alphard 2017, 2018 dulu bisa jual Rp700-800 juta. Itu kondisi sampai dengan awal tahun ini, sebelum Denza D9 keluar. Tapi, saat Denza keluar, kami banting harga Rp600 juta saja tak ada yang sentuh sampai mau enggak mau kami jual rugi di Rp500 juta. Malahan, sekarang itu Alphard 2015 yang dulu di atas Rp500 juta sudah seharga Rp400-450 juta,” papar dia. Contoh lain yang Aldyth kemukakan adalah kehadiran Chery Tiggo 8 CSH yang mengganggu model-model seperti Honda CR-V bekas maupun Hyundai Santa Fe bekas. “Dengan CR-V Prestige 2022 dan 2023, harganya hampir mirip yaitu Rp400 jutaan juta. Kalau Hyundai Santa Fe itu, untuk tipe favoritnya yaitu Diesel Signature 2023 dan 2024, mendekati Rp500 juta. Ibaratnya sekarang baru pakai 1-2 tahun turunnya 15 persen dari harga baru. Kalau masa-masa normal di bawah 10 persen,” tandasnya. Profitabilitas AHA Gallery sempat terkoreksi antara 10-20 persen dari awal sampai pertengahan 2025. Namun, sekarang mereka sudah belajar untuk lebih hati-hati saat membeli stok mobil seken yang terdampak ‘perang harga’ mobil China, sehingga pada tiga bulan terakhir profitabilitas sudah kembali normal. Di tengah gangguan tersebut, Aldyth percaya pasar mobil bekas masih tetap menjanjikan potensi besar. AHA Gallery bahkan membuka gerai ke-10 mereka di Indonesia yang berlokasi di Bali pada Agustus 2025. “Salah satu alasan kami putuskan buka di Bali karena tidak semua kota ‘banjir’ mobil listrik. Salah satunya di Bali. Artinya, stok mobil-mobil bekas kami di sini kami bisa pindahkan ke sana,” tutupnya sembari mengungkap sedikit strategi. [Xan] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait perang harga mobil listrik perang harga mobil perang harga mobil China harga mobil bekas depresiasi harga mobil bekas pasar mobil bekas
‘Perang’ Harga Mobil China Makin Sengit, BYD Yakin Bisa Terus Kasih Harga yang Solid Mobil Listrik 31 July 2025
‘Perang Harga’ di Antara Merek China, Wuling bakal Ikut-ikutan Turunkan Banderol Mobil? Berita Otomotif 15 July 2025
Penjualan Mobil Listrik GWM Ora 03 di Tiga Bulan Pertama Mencapai Nyaris 200 Unit Mobil Listrik 05 December 2025
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...