Kaleidoskop 2020: Mobil-Mobil Listrik Baru di Tengah Gangguan Covid-19

Berita Otomotif

Kaleidoskop 2020: Mobil-Mobil Listrik Baru di Tengah Gangguan Covid-19

JAKARTA – Pasar mobil nasional, tidak bisa dimungkiri, amat terganggu oleh pandemi virus Corona (Covid-19). Namun, di tengah situasi ini, ‘sengatan’ mobil listrik tetap berlanjut dan bahkan makin terasa.

Teknologi mobil listrik sendiri terbagi tiga jenis teknologi yaitu hybrid, plug-in hybrid, dan mobil listrik murni. Jika bicara mobil listrik murni baru yang terakhir meluncur pada tahun ini, berdasarkan catatan Mobil123.com, ada Lexus UX 300e.

Mobil listrik murni pertama Toyota di Nusantara ini menjadi yang termurah untuk segmen kendaraan premium dengan banderol Rp 1,2 miliar on-the-road (OTR) Jakarta. Kompetitor - kompetitornya yang sudah lebih dulu hadir, BMW i3S dan produk - produk Tesla, saat ini berharga maksimal Rp 1,5 miliar.

'Suguhan' dari pasar bukan hanya yang berharga miliaran rupiah. Model anyar berharga jauh di bawah UX 300e turut hadir.

Sebelum itu, Hyundai sudah menerjunkan Ioniq plus Kona EV. Keduanya bahkan menjadi mobil listrik murni termurah di Tanah Air.

Banderol on-the-road (OTR) Jakarta Ioniq ketika meluncur 'hanya' Rp 624,8 juta (Tipe Prime) serta Rp 664,8 juta (Signature). Adapun Kona EV Rp 674,8 juta.


Mobil-mobil hybrid dan PHEV anyar muncul pula. Toyota memperkenalkan Prius PHEV untuk konsumen fleet terlebih dahulu, dilanjutkan dengan Corolla Cross.

Nissan merilis Kicks e-Power. SUV satu ini menjadi mobil hybrid termurah dengan harga on-the-road (OTR) Jakarta tak sampai Rp 450 juta.


Corolla Cross, yang meluncur tak lama sebelum Kicks e-Power, sempat menjadi mobil hybrid termurah. Akan tetapi, status ini cuma bertahan beberapa bulan. 

Sekadar mengingatkan, pemerintah memang ingin mendorong terbentuknya pasar plus industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Payung hukum utamanya sudah terbit tahun lalu yaitu Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.

Perpres ini mengatur banyak insentif fiskal dan nonfiskal bagi mobil plus sepeda motor hybrid, PHEV, sampai lisrik murni. Aturan-aturan turunan maupun insentif-insentif dari pemerintah daerah sudah terbit dan berlaku, tapi rentetan insentif dari pemerintah pusat yang berdampak cukup signifikan—misalnya keringanan Pajak Penjualan Barang Mewah/PPnBM—mulai berlaku pada Oktober 2021.

Beragam merek merespons arah kebijakan pemerintah ini sejak tahun lalu dengan memperbanyak lini kendaraan listrik maupun dengan komitmen investasi. Toyota, yang kini sudah punya tujuh model mobil listrik, berkomitmen meluncurkan 10 model ramah emisi gas buang lagi dalam lima tahun ke depan, investasi tambahan miliaran dollar AS, dan rencana produksi lokal mulai 2022.

Daihatsu, adik Toyota, juga membeberkan rencana menjual mobil listrik. Hyundai juga sedang membangun pabrik di Cikarang, Bekasi. Pabrik itu akan mereka gunakan untuk merakit lokal mobil listrik mereka, selain berbagai model lain.


Kelanjutan ‘sengatan’ dari mobil listrik terjadi di tengah merosotnya penjualan mobil gara-gara pandemi, sehingga Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merevisi target dua kali menjadi 525 ribu unit. Padahal, tahun lalu penjualan mobil secara wholesales (dari pabrik ke dealer) masih 1,030 juta unit.

Data Gaikindo memperlihatkan bahwa pasar Januari – November 2020, secara wholesales, anjlok 49,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year to date) menjadi 474.910 unit. Dari sisi retail (dealer ke konsumen), penjualan drop 46 persen year to date menjadi 509.788 unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar