Jualan Mobil Januari 2021 Melesu, Padahal Relaksasi Pajak Belum Diumumkan

Berita Otomotif

Jualan Mobil Januari 2021 Melesu, Padahal Relaksasi Pajak Belum Diumumkan

JAKARTA – Penjualan mobil pada Januari 2021 menurun jika dibandingkan dengan sebulan sebelum itu, padahal pada bulan itu relaksasi pajak mobil baru belum diketahui publik. Lalu, kenapa bisa melesu?

Penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer/untuk stok) pada bulan pembuka 2021, berdasarkan data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hanya 52.910 unit. Ada penurunan 8,7 persen jika dibandingkan dengan Desember 2020.

Penjualan retail (distribusi dari dealer ke konsumen) malah lebih drop lagi. Ada penurunan 28 persen dibandingkan Desember 2020 menjadi 53.997 unit.

Hal tersebut memutus tren kenaikan penjualan bulanan sejak Juni tahun lalu. Pasar otomotif sendiri ‘goyang’ sejak pandemi virus Corona (Covid-19) menerpa Tanah Air mulai Maret 2020, sehingga penjualan tahun itu turun 48,5 persen di sisi wholesales menjadi 532.407 unit dan 44,7 persen di sisi retail menjadi 578.762 unit.

Penjualan mobil 2021 melesu sebelum pengumuman relaksasi PPnBM
Lebih lanjut, melesunya penjualan mobil Januari tahun ini terjadi sebelum pengumuman relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) mobil baru. Insentif untuk mendorong penjualan roda empat di tengah pandemi tersebut diumumkan pada pekan kedua Februari.

Lantas, apa yang menyebabkan transaksi jual – beli pada bulan pertama 2021 lebih kecil? Ternyata, penurunan penjualan di pembukaan tahun yang baru merupakan hal lumrah di pasar mobil Indonesia.

“Rekam jejak data memang selalu Januari lebih rendah dari Desember,” tukas Yusak Billy selaku Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT. Honda Prospect Motor (HPM) kepada Mobil123.com via pesan singkat baru – baru ini.

Menurut dia, setiap Desember agen tunggal pemegang merek (ATPM) maupun jaringan dealer menebar banyak program penjualan spesial akhir tahun. Ini dilakukan demi menghabiskan stok unit dari tahun produksi lama.

penjualan mobil 2021 melesu
Konsumsi kendaraan saban Desember pun secara historis lebih tinggi dibandingkan bulan – bulan sebelumnya.

“Kalau di Januari, kami (pelaku pasar) punya lebih sedikit unit rangka lama. Jadi fokus penjualan pada rangka baru,” papar Billy.

Dia belum bisa memberitahukan seberapa dalam efek pengumuman relaksasi pajak pada penjualan mobil Februari. Pergerakan pasar masih diamati dengan seksama.

“Kami belum bisa memprediksi penurunannya. Close monitoring dulu, mas,” pungkas Billy lagi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar