Jokowi: Insentif PPnBM Bikin Industri Otomotif Bangkit, Beli Mobil Inden

Berita Otomotif

Jokowi: Insentif PPnBM Bikin Industri Otomotif Bangkit, Beli Mobil Inden

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengklaim insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) telah berhasil membangkitkan industri otomotif di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Sekadar mengingatkan, mulai Maret hingga Desember 2021 pemerintah memberikan relaksasi PPnBM untuk mobil baru dengan syarat tertentu, agar harga jual kendaraan di tengah pandemi menurun. Pada April, stimulus fiskal yang awalnya hanya ditujukan bagi mobil – mobil rakitan dalam negeri 1.500 cc ke bawah diperluas ke mobil – mobil 1.501 – 2.500 cc.

Jokowi, sapaan akrab presiden, dalam kata sambutannya ketika membuka IIMS Hybrid 2021 mengatakan bahwa kebijakan tersebut diinisiasi agar daya beli masyarakat terhadap produk otomotif terdongkrak. Permintaan terhadap kendaraan roda empat yang diproduksi lokal diharapkan meningkat, sehingga industri otomotif bisa tergerakkan kembali di masa pandemi.

“Tadi, sebelum masuk ke ruangan ini, saya mendapatkan laporan dari Menteri Perindustrian (Airlangga Hartarto). Ada kenaikan purchase order 190 persen. Artinya harus inden. Artinya ini yang memproduksi kewalahan. Artinya lagi, industri otomotif sudah bangkit kembali,” pungkasnya ketika membuka pameran secara virtual dari Istana Negara, Jakarta.

Tidak jelas apa yang dimaksudkan dengan purchase order tersebut. Satu yang pasti, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan bahwa penjualan mobil Maret kemarin memang menjadi yang terbanyak sejak pandemi melanda Indonesia pada Maret 2020.

Secara wholesales (distribusi pabrik ke dealer/untuk stok) meroket 72,57 persen dibandingkan Februari, menjadi 84.910 unit. Sementara itu, capaian retail (distribusi dealer ke konsumen) melonjak 65,12 persen, menjadi 77.511 unit.

“Saya tadi mendengar bahwa untuk Purchasing Managers Index (PMI), versi MarkIt, sudah di angka 53 persen. Kalau dari BI (Bank Indonesia) sudah di angka 55 persen. Padahal sebelum pandemi, pada masa normal, di angka 51 persen,” lanjut Jokowi mengenai indeks yang menjadi tolok ukur aktivitas industri manufaktur tersebut.

Ia meminta aktivitas ekonomi di masa pandemi digerakkan dengan tetap waspa dan menegakkan protokol kesehatan. Pemerintah, menurut dia, masih menerapkan kebijakan gas dan rem dalam penanganan kesehatan maupun ekonomi.

“Ini harus betul – betul kita jaga agar kebangkitan di industri otomotif ini jangan sampai terganggu lagi karena (angka kasus positif) Covid-19 naik,” tegas dia. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar