Jangan Isi Radiator Pakai Air Mineral

Panduan Pembeli

Jangan Isi Radiator Pakai Air Mineral

JAKARTA - Salah satu masalah yang sering dihadapi pemudik ketika dikemacetan adalah air radiator yang kurang. Sering kali pengendara mengisi tabung reservoir mereka dengan air mineral. Padahal hal itu salah.

Para pemilik roda empat disarankan untuk tidak menguras radiator dan mengisi tabung reservoir dengan air mineral. Karena air mineral justru bisa menyebabkan kerak di pipa-pipa.

"Air mineral memang baik untuk tubuh, namun jahat untuk radiator. Jangan biarkan mobil Anda rusak! Kuraslah air radiator Anda dengan cairan pendingin setiap 20.000 KM," ujar President & CEO PT Topindo Atlas Asia, Arief Goenadibrata.

Dia lalu berpromosi kalau PT Topindo Atlas Asia menyediakan dua varian cairan pendingin radiator, TOP 1 Power Coolant dan TOP 1 Ultimate Coolant, yang siap digunakan untuk merawat kendaraan milik pelanggan. Untuk musim mudik kali ini, mereka menyediakan posko di Rest Area KM 39 Tol Cikampek.

"Dua varian itulah yang mengandung ethylene glycol (EG). Apa itu EG? EG adalah zat yang bekerja untuk menaikkan titik didih cairan coolant, misalnya dari 100 derajat celcius menjadi 115 derajad celcius."

"TOP 1 Ultimate Coolant mengandung 50 persen EG cocok untuk mobil di atas 2.000 cc, sedangkan varian Power Coolant 20 persen, cocok untuk mobil di bawah 2.000 cc. Seluruh produk cairan pendingin radiator TOP 1 menggunakan air yang sudah mengalami proses demineralisasi," paparnya.

Selain oli dan radiator coolant, terdapat pula produk-produk TOP 1 lainnya di posko mudik KM 39. Produk itu antara lain adalah minyak rem dan TOP 1 Power Booster.

Di posko mudik itu pula TOP 1 telah memfasilitasi para pelanggan dengan jasa ganti oli dan kuras radiator coolant secara cuma-cuma. Ganti oli dan kuras radiator merupakan ritual wajib yang harus dilakukan para pemilik mobil sebelum melakukan perjalanan jauh.


 
Khusus untuk menguras radiator, telah tersedia mesin TOP 1 Radiator Coolant Changer di posko mudik TOP 1. Mesin ini akan menyedot seluruh cairan radiator lama beserta kotoran-kotoran di mesin mobil, dan menggantinya dengan cairan pendingin radiator baru.

Patut diketahui, lewat proses pengurasan air radiator, kotoran-kotoran yang terdapat di dinding mesin bisa tersedot keluar. Dan cairan pendingin itupun digantikan dengan cairan baru yang bersih.
 
"Tanpa cairan pendingin yang baik, mobil bisa mengalami overheating. Dan pada saat overheat ada dua akibat fatal yang bisa terjadi, pertama adalah kerusakan di bagian silinder, crankshaft dan piston. Dan yang kedua adalah penguapan oli karena temperatur mesin yang terlalu panas," lugasnya. [Syu/Idr]

 



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support