Jaguar Land Rover Operasikan Pabrik Bernilai Rp 24 Triliun di Slowakia

Berita Otomotif

Jaguar Land Rover Operasikan Pabrik Bernilai Rp 24 Triliun di Slowakia

NITRA – Jaguar Land Rover meresmikan pabrik baru mereka di Slowakia yang memakan investasi sangat besar.

Pabrik Jaguar Land Rover yang terletak di Nitra, sebelah barat Slovakia tersebut telah diresmikan pada Kamis (26/10/2018) waktu setempat. Namun, aktivitas produksi sebenarnya sudah dimulai sejak September lalu.

Untuk mendirikan pabrik di negara Eropa tengah tersebut, Jaguar Land Rover menggelontorkan dana 1,4 miliar euro (Rp 24,22 triliun). Uang sebanyak itu dihabiskan untuk fasilitas perakitan berkapasitas hingga 150 ribu unit per tahun.

Alexander Wortberg, Operations Director Jaguar Land Rover Plant Slovakia, menargetkan utilisasi produksi pabrik di Slowakia sudah mampu mencapai 100 ribu unit per tahun pada 2020. Saat ini, model yang sudah diputuskan untuk dirakit di sana adalah Discovery.

Pabrik itu diakui juga dapat memproduksi model-model lain jika diskusi mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang dijuluki ‘British Exit’ (Brexit) terus berlarut-larut dan memberikan ketidakpastian bagi industri. Hanya saja, Jaguar Land Rover belum memutuskan model selanjutnya yang kelak dirakit di sana.

“Bagi bisnis global kami, sangat penting untuk mencapai solusi yang tidak radikal antara Uni Eropa dengan Inggris mengenai Brexit,” ujar Worstberg di sela-sela seremoni peresmian pabrik.

Pabrik Slowakia memulai produksi dengan satu model dan satu giliran kerja (shift). Giliran kerja kedua rencananya dimulai tahun depan.

“Operasi giliran kerja kedua dimulai semester dua 2019. Kapasitas produksi 100 ribu unit mobil tercapai pada 2020,” tukas Worstberg lagi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar