Ini Proses Paling Sulit dalam Produksi Mobil

Berita Otomotif

Ini Proses Paling Sulit dalam Produksi Mobil

BEKASI – Wuling Motors mengakui bahwa dari seluruh bagian produksi, proses pengecatan menjadi bagian yang tersulit.

Hal ini disampaikan oleh Arif Pramadana, Senior Director Manufacturing Wuling Motors di sela-sela kunjungan media ke pabrik Wuling di Cikarang, Bekasi.

“Yang paling sulit dan beresiko adalah bagian pengecatan karena bila proses pengecatan tidak benar, ada debu atau campurannya tidak tepat maka akan langsung terlihat belang. Makanya untuk proses pengecatatan, lingkungannya harus sangat dijaga,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan bahwa warna putih merupakan warna yang paling sulit untuk diaplikasikan pada kendaraan. Menurutnya, putih merupakan warna yang paling riskan untuk belang dibandingkan warna lain.

“Kalau warna putih, tercampur debu sedikit saja maka sudah terlihat belangnya. Beda dengan warna gelap seperti hitam yang mungkin lebih mudah tersamar. Kalau sudah belang, maka harus diperbaiki lagi hingga sempurna,” tambahnya.

Tak hanya itu, menyamakan warna pada komponen dari baja dengan komponen dari plastik pun disebutnya sebagai tantangan tersendiri. Salah proses sedikit saja, maka warna akan terlihat belang, khususnya warna putih.

“Makanya banyak produsen mobil yang memberikan harga lebih tinggi untuk mobil berwarna putih. Bukan karena peminatnya banyak tapi karena tingginya tingkat kesulitan,” tambahnya.

Selain menjadi bagian tersulit, Ia pun mengatakan bahwa proses pengecatan merupakan salah satu bagian paling beresiko dibanding proses lainnya. Hal ini dikarenakan banyaknya bahan kimia yang terdapat pada proses pengecatan kendaraan.

“Banyak bahan kimia di sana sehingga potensi terjadinya kebakaran pun terbilang tinggi,” pungkasnnya.

Pabrik Wuling Motors di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat berdiri di atas lahan seluas 60 hektar. Pabrik tersebut mampu memproduksi sebanyak 120 ribu unit kendaraan per tahun dan mempekerjakan 3.000 tenaga tenaga kerja. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar