Indonesia Kalah dari Thailand di Piala AFF 2020, tapi Menang Urusan Jualan Mobil

Berita Otomotif

Indonesia Kalah dari Thailand di Piala AFF 2020, tapi Menang Urusan Jualan Mobil

JAKARTA - Indonesia mungkin memang takluk dari Thailand di final Piala AFF 2020. Namun, di bidang penjualan mobil, Indonesia boleh berbangga diri.

Di babak final Piala AFF 2020 yang berlangsung dalam dua leg (29 Desember 2021 dan 1 Januari 2022), tim nasional sepak bola Indonesia kalah dari tim nasional sepak bola Thailand dengan agregat 6-2.

Di leg pertama Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan diberondong 4 gol tanpa balas, sedangkan di leg kedua bermain imbang 2-2.

Thailand pun menjadi ‘raja' sepak bola di Asia Tenggara saat ini.

Beda urusan jika bicara mengenai penjualan mobil.

Berdasarkan data yang dipaparkan Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara dalam diskusi virtual bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot), penjualan mobil Thailand ‘hanya’ 596.393 unit selama Januari-Oktober 2021.

Ini merupakan angka wholesales (distribusi unit ke diler/untuk stok).

Indonesia, di sisi lain, sudah mencapai 703.089 unit di periode yang sama. Raihan tersebut sekaligus menjadikan pasar mobil Nusantara sebagai yang terbesar di Asia Tenggara.

“Ini harusnya menjadi momentum kita untuk memicu lebih kencang upaya kita menjaga pulihnya industri otomotif kita (dari efek pandemi Covid-19),” pungkas Kukuh beberapa waktu lalu.

Kendati begitu, dalam hal produksi mobil, Indonesia berada di peringkat kedua di bawah Thailand. ‘Negeri Gajah Putih’ dalam 10 bulan 2021 merakit lokal 1.365.984 unit, sementara Indonesia 892.352 unit.

Pasalnya, Thailand saat ini sudah menjadi basis produksi ekspor dari berbagai pabrikan otomotif global.

Pasar Indonesia sendiri, selama Maret-Desember 2021, diberikan ‘pendorong’ di tengah pandemi Covid-19 berupa insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Kebijakan ini diberikan bagi mobil-mobil rakitan lokal dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 60 persen--awalnya 70 persen tapi direvisi.

Sekadar informasi, pandemi Covid-19 melanda Indonesia sejak Maret 2020. Perekonomian tergerus dan penjualan mobil tahun itu turun jauh dari sekitar 1 jutaan unit pada 2019 menjadi hanya 500 ribu-an unit.

Lebih lanjut, ada dua kategori ‘diskon’ PPnBM yang dari pemerintah. Pertama ialah ‘diskon’ PPnBM 100 persen untuk mobil-mobil berkapasitas mesin 1.500 cc ke bawah.

Adapun yang kedua adalah ‘diskon’ PPnBM 50 persen atau 25 persen--tergantung sistem penggerak roda--bagi mobil-mobil berkapasitas mesin 1.501-2.500 cc.

Berkat stimulus ini, berbagai eksekutif pabrikan mobil di Tanah Air meyakini penjualan mobil pada 2021 bisa mencapai antara 800-850 ribu unit. Angka tersebut lebih besar ketimbang proyeksi Gaikindo yang 750 ribu unit. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar