Hyundai Mau Produksi Lebih Banyak Ioniq 5 di Indonesia Tahun Depan

Berita Otomotif

Hyundai Mau Produksi Lebih Banyak Ioniq 5 di Indonesia Tahun Depan

JAKARTA – Produksi mobil listrik Hyundai Ioniq 5 di Indonesia rencananya ditingkatkan pada 2023.

External Affairs Manager PT. Hyundai Motors Indonesia (HMID) Merbayoga Rio Hastra, di depan para Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), mengatakan produksi Ioniq 5 di pabrik Cikarang, Bekasi selama sekitar tujuh bulan terakhir masih sesuai dengan proyeksi awal.

“Produksi (Ioniq 5) dimulai Maret (2022) dengan total produksi sampai Oktober adalah 1.458 unit. Memang, rencana awal kami untuk produksi Ioniq 5 tahun ini mencapai 1.500 unit. Jadi masih on the track,” ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Rabu (9/11/2022) di Gedung DPR RI, Jakarta yang juga tayang di YouTube.

mobil listrik Hyundai Ioniq 5

Sekadar mengingatkan, Ioniq 5 merupakan model mobil listrik ketiga Hyundai di Indonesia yang meluncur pada 31 Maret 2022. Namun, crossover nihil emisi gas buang tersebut menjadi mobil listrik pertama yang diproduksi lokal, tak hanya untuk Hyundai tapi juga untuk pasar otomotif Tanah Air.

Per November 2022, harga on the road (OTR) Jakarta Ioniq 5 berkisar antara Rp748 juta hingga Rp859 juta. Respons dari konsumen negeri ini amat positif hingga indennya, menurut penelusuran dari berbagai sumber, mencapai lebih dari setahun.

“Sebagai rencana produksi selanjutnya, memang ada rencana kenaikan. Tapi, itu masih understudy (dalam pembelajaran). Tergantung dari permintaan, tren pasar, dan kemampuan suplai komponen,” lanjut Yoga.

mobil listrik Hyundai Ioniq 5

Dia juga menyinggung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Ioniq 5 yang diklaim sudah mencapai 40 persen, seperti diatur oleh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019. Persentasenya akan ditingkatkan sesuai ketentuan dalam regulasi.

“Kami akan mencapai 60 persen pada rentang 2024-2029,” tandasnya.

Ioniq 5 merupakan salah satu hasil program pemerintah untuk memperbesar pasar serta industri kendaraan listrik di Indonesia. Pada 2030, produksi lokal mobil listrik dari berbagai teknologi ditargetkan 600 ribu unit per tahun, kemudian meningkat menjadi satu juta unit pada 2035.

Demi mencapainya, pemerintah memberikan berbagai insentif fiskal atau pun non-fiskal bagi produsen mobil listrik serta konsumen.

Misalnya saja tax holiday, super tax deduction, insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), insentif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), atau uang muka (Down Payment/DP) ringan sampai dengan 0 persen. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar