Hyundai Amankan Pasokan Aluminium untuk Bikin Mobil di Indonesia

Berita Otomotif

Hyundai Amankan Pasokan Aluminium untuk Bikin Mobil di Indonesia

NUSA DUA – Hyundai mengamankan suplai aluminium untuk pabrik perakitan mobil mereka di Indonesia.

Hyundai Motor Company telah ‘menyegel’ distribusi aluminium dalam jumlah yang stabil di Indonesia dari PT. Adaro Minerals Indonesia (AMI). Keduanya menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada Minggu (13/11/2022) di Nusa Dua, Bali, di sela-sela pagelaran B20 Summit.

AMI bakal menyediakan pasokan aluminium bagi Hyundai melalui anak usaha mereka PT. Kalimantan Aluminium Industri (KAI).

Hyundai tanda tangan MoU dengan Adaro Minerals

Senior Vice Presiden and Head of Hyundai Motor Asia Pacific Youngtack Lee menyebut jenama asal Korea Selatan itu secara aktif bekerja sama dengan berbagai pihak di Indonesia, sejalan dengan mulai beroperasinya pabrik produksi mobil mereka di Cikarang, Bekasi pada 2022.

Hal ini, menurutnya, dapat menciptakan sinergi di industri otomotif masa depan, seperti berinvestasi dalam joint venture manufaktur sel baterai.

“Kerja sama smelter aluminium ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan kerja sama antara Hyundai Motor Company dan Indonesia,” tegasnya dalam keterangan resmi.

Sekadar mengingatkan, pabrik Hyundai Cikarang resmi dibuka pada Maret 2022. Modal yang ditanamkan dalam pembangunannya mencapai sekitar 1,5 miliar dollar AS (Rp23,22 triliun, 1 dollar AS = Rp15.485,45).

Kapasitas produksi saat ini mencapai 150 ribu unit per tahun yang bisa ditingkatkan lagi sampai 250 ribu unit per tahun. Adapun model-model yang sudah dirakit di sana ialah Hyundai Creta, Hyundai Ioniq 5, Hyundai Santa Fe, serta Hyundai Stargazer.

Hyundai Ioniq 5

Kolaborasi dengan Hyundai, menurut President Director AMI Christian Ariano Rachmat, menjadi indikasi keyakinan investor terhadap pengolahan hilir mineral di Indonesia di Kawasan industri hijau terbesar sejagat yang berada di Kalimantan Utara.

“Dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan kami dan Hyundai Motor Company yang memiliki rekam jejak, pengalaman, dan teknologi mutakhir pada kendaraan listrik, kami berharap dapat mencapai Tanggal Operasi Komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada kuartal pertama tahun 2025 dan memproduksi aluminium 500.000 TPA di tahap awal,” papar dia.

Hyundai, dalam pernyataan pers, mengungkapkan kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus diperluas. Termasuk kerja sama terkait bahan baku untuk pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat yang targetnya beroperasi pada semester kedua 2024. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil Hyundai baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar