Hyundai Agresif & Merek China Makin Banyak, Suzuki Yakin akan Tetap di 5 Besar

Berita Otomotif

Hyundai Agresif & Merek China Makin Banyak, Suzuki Yakin akan Tetap di 5 Besar

JAKARTA – Suzuki yakin akan tetap masuk lima besar merek mobil terlaris di Indonesia, di tengah agresivitas Hyundai serta makin banyaknya merek China.

Prinsipal Hyundai beberapa tahun terakhir menunjukkan keseriusan lebih menggarap pasar Tanah Air, melalui PT. Hyundai Motors Indonesia (HMID).

Sales Director HMID Erwin Djajadiputra malahan sempat mengutarakan keyakinan bahwa Hyundai, merek mobil asal Korea Selatan, akan masuk lima atau bahkan tiga besar merek mobil terlaris di negeri ini.

Merek-merek mobil dari China pun makin banyak yang masuk. Setelah Wuling pada 2017 dan DFSK tak lama setelahnya, kini ada antara lain Chery, Hongyan, atau pun Morris Garage (MG) yang sahamnya 100 persen dimiliki oleh SAIC Motor China.

Kalau Hyundai nantinya benar masuk lima atau tiga besar, tentunya ada satu ‘pemain’ lama yang terdepak. Marketing Director PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra, ketika dimintai komentarnya Mobil123.com, yakin mereka tidak akan menjadi pihak yang tergeser.

Sekadar informasi, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penghuni daftar lima besar merek mobil terlaris saat ini adalah Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, Honda, Suzuki.

Kelimanya secara akumulatif menguasai lebih dari 80 persen pasar mobil nasional.

Donny mengatakan Indonesia merupakan pasar mobil yang unik.

“Harus ada benefit-benefit lain yang mungkin agak berbeda sedikit dengan negara-negara lain. Contohnya, pada saat orang Indonesia mengakuisisi produk, mereka sudah memikirkan resale value (harga jual kembali),” pungkas dia usai peluncuran Suzuki Ertiga hybrid, 10 Juni 2022 di Mall Kelapa Gading, Jakarta.

Suzuki, menurut Donny, sudah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk menghadapi persaingan di pasar mobil Indonesia yang makin ketat.

Pertama adalah mengoptimalkan penjualan mobil-mobil rakitan lokal dengan kandungan komponen dalam negeri tinggi demi memaksimalkan suplai.

“Ini karena penjualan terjadi apabila ada suplai,” tegasnya sambil menyinggung krisis cip semikonduktor yang terjadi sejak pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020.

Kedua, Suzuki akan menghadirkan produk baru khususnya di segmen-segmen yang mereka proyeksikan sebagai tulang punggung penjualan.

Ketiga, menjual mobil-mobil berharga terjangkau dengan paket kredit yang juga memudahkan karena 80 persen konsumen mobil di Indonesia adalah pembeli mobil pertama.

“Kami harus mengoptimalkan kerja sama dengan rekanan-rekanan pembiayaan maupun Suzuki Finance yang secara internal kami miliki,” tandas Donny.

Keempat, Suzuki masih akan menambah jaringan penjualan serta purnajual di Indonesia. Terakhir, mereka bakal membuat platform digital untuk menggaet konsumen baru maupun menjaga loyalitas konsumen lama.

“Walaupun jumlah merek bertambah dan lain sebagainya, menurut kami persaingan akan tetap sengit dan ke depannya akan makin bertambah sengit,” tutup Donny. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar