Honda Lebih Tertolong dengan DP 15 Persen

Berita Otomotif

Honda Lebih Tertolong dengan DP 15 Persen

JAKARTA – PT Honda Prospect Motor (HPM), menyikapi rencana OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang hendak memberlakukan uang muka/Down Payment (DP) 0 persen.

Jonfis Fandy selaku Marketing and After Sales Service Director HPM, menyatakan wacana tersebut tidak mempengaruhi penjualan mobil. Ia juga menyoroti peluang perbankan yang memiliki performa sesuai aturan Pemerintah.

“Peraturannya masih belum jelas karena ada syarat-syaratnya juga, seperti NPL (Non Performing Loan) harus 1 persen dan lain sebagainya. Berapa banyak sih bank yang punya NPL 1 persen kita juga tidak tahu,” ujar Jonfis menanggapi.

Menurutnya pengurangan atau peniadaan DP tidak terlalu berpengaruh. Dikatakan bahwa DP nol persen hanya akan berdampak pada konsumen menengah ke bawah. Namun proses screening tentunya akan lebih ketat.

Ia justru berpendapat bahwa jika aturan DP 15 persen lebih membantu penjualan mobil di Indonesia. Meskipun tidak menciptakan market yang besar.

“DP turun ke 15 persen boleh dibilang membantu tapi tidak meng-create market yang besar. Lalu turun ke nol persen itu tujuannya apa? Market medium up mungkin tidak terpengaruh, medium low mungkin akan terpengaruh, tapi tetap saja bank atau leasing harus screening dengan jelas,” jelas Jonfis kemudian.

Dengan adanya DP nol persen, semua orang bisa punya mobil. Namun setelahnya konsumen akan dipusingkan dengan pembayaran cicilan. Meskipun Jonfis tetap akan mempelajari rencana tersebut, namun Ia meyakini tidak mungkin ada leasing company yang bersedia melakukan hal tersebut. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar