Harga Mobil Berbagai Merek Naik, Penjualan September Turun

Berita Otomotif

Harga Mobil Berbagai Merek Naik, Penjualan September Turun

TANGERANG – Harga mobil beragam merek yang naik pada September dinilai sebagai penyebab pasar roda empat nasional pada bulan tersebut sedikit menurun jika dibandingkan Agustus.

Para pengurus Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menjelaskan penjualan wholesales pada September hanya mencapai sekitar 92 ribu unit.  Volume tersebut turun dibandingkan sebulan sebelumnya yang mencapai 102.197 unit.

Dengan demikian, total distribusi ke pasar pada sembilan bulan pertama mencapai lebih dari 850 ribu unit.

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, melihat berkurangnya permintaan pasar pada September merupakan dampak dari kenaikan harga mobil. Para konsumen akhirnya menahan pembelian.

“Harga-harga mobil mulai dinaikkan karena kurs rupiah terhadap dollar AS. Ada pengaruhnya juga dari situ,” kata Nangoi ketika diwawancarai pada Kamis (11/10/2018) di Serpong, Tangerang usai menghadiri peresmian dua dealer baru Mercedes-Benz.

Seperti diketahui, depreasiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS memang terjadi sejak awal tahun dan belum membaik hingga saat ini, malah makin parah. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), 1 dollar AS per Kamis (11/10/2018) setara Rp 15.253. Padahal, pada akhir 2017, kurs masih berkisar di Rp 13.400 – 13.500 per dollar AS.

Pelemahan kurs rupiah yang berlangsung cukup lama akhirnya membuat pabrikan, pada semester kedua, satu-persatu menyerah setelah berusaha melakukan efisiensi operasi karena daya beli pasar belum pulih. Terakhir, pada pekan lalu, sang pemimpin pasar Toyota pun menaikkan harga empat model yaitu Calya, Agya, Rush, plus Voxy gara-gara situasi kurs.

Nangoi berharap penurunan penjualan di sisa tahun ini tak semakin dalam. Ia masih mempunyai ekspektasi target penjualan 1,1 juta unit di 2018 tercapai. Perbaikan ekonomi Indonesia yang tahun ini dipercaya tumbuh di atas 5 persen menjadi penyebabnya.

Nangoi mencontohkan harga maupun ekspor komoditas semakin membaik di tengah pelemahan kurs rupiah. Sektor lain seperti bisnis batu bara juga cukup positif.

“Untuk faktor negatif, ada beberapa poin. Satu, kondisi politik cukup panas. Kedua, harga bahan bakar sedikit naik. Ketiga, dollar AS menguat sementara rupiah melemah sehingga harga mobil sedikit naik. Tapi mudah-mudahan faktor positif lebih kuat,” tutupnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar