Esemka Tepis Kabar Siap Kembangkan Mobil Listrik

Berita Otomotif

Esemka Tepis Kabar Siap Kembangkan Mobil Listrik

JAKARTA – Esemka membantah kabar bahwa pihaknya siap mengembangkan mobil listrik untuk pasar Indonesia.

Beberapa hari belakangan, muncul pemberitaan di salah satu media massa arus utama bahwa Esemka sedang menjajaki riset dan pengembangan mobil listrik. Rencananya, mobil listrik tersebut akan dibangun di atas basis yang sama dengan pikap Esemka Bima.

Akan tetapi, Sabar Budhi selaku Hubungan Masyarakat (Humas) PT. Solo Manufaktur Kreasi membantah kabar tersebut. Mereka saat ini masih berkonsentrasi di kendaraan berbasis mesin konvensional (internal combustion engine/ICE), khususnya di segmen kendaraan niaga melalui Bima.

“Saat ini Esemka berkonsentrasi di kendaraan niaga berbasis mesin. Untuk mobil listrik, kami belum tahu,” ucap dia kepada Mobil123.com pada Kamis (4/2/2021) via pesan singkat.

Esemka Bima

Esemka sebenarnya pernah memamerkan prototipe mobil listrik bernama Esemka Digdaya, dalam seremoni peresmian pabrik di Boyolali, Jawa Tengah pada September 2019. Kendaraan listrik jenis Pickup Double Cabin (D-Cab) ini adalah hasil kolaborasi pabrikan otomotif asal Surakarta, Jawa Tengah ini dengan PT. Pindad.

Esemka, menurut Budhi, belum mengetahui bagaimana kelanjutan dari mobil listrik purwarupa tersebut.

“Kami pernah ada prototipe kerja sama dengan Pindad yang sampai saat ini belum tahu ke depannya,” tukas dia.

Sekadar mengingatkan, Esemka hingga detik ini baru menjual satu model yaitu Bima dengan tipe mesin 1.2-liter atau 1.3-liter. Seremoni peluncurannya digelar bersamaan dengan peresmian pabrik Boyolali.

Banyak institusi terkait pemerintah yang memakai Bima. Terakhir ialah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Boyolali serta Korps Marinir.

Esemka Bima Dipakai BUMDes Boyolali
Isu seputar mobil listrik sendiri sedang hangat diperbincangkan di Tanah Air. Pasalnya, Presiden Joko Widodo memang ingin menciptakan pasar serta industri kendaraan listrik di negeri ini melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.

Mulai Oktober 2021 mendatang, segala insentif fiskal maupun non-fiskal untuk mobil serta motor listrik (baik yang hybrid, plug-in hybrid, sampai 100 persen baterai) diberlakukan. Harapannya, harga kendaraan listrik bisa lebih terjangkau, pasarnya terbentuk, dan pada 2025 20 persen dari perakitan kendaraan lokal dikontribusikan oleh kendaraan listrik.

Jokowi, sapaan Joko Widodo, juga mengundang investasi untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik karena Indonesia memiliki sumber daya alam nikel melimpah. Pemain besar seperti CATL dari China, LG Chem dari Korea Selatan sudah berkomitmen untuk menanamkan modal mereka. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar