Di PHK, Mantan Karyawan Mercedes Mengamuk Rusak Pabrik dengan Bulldozer

Berita Otomotif

Di PHK, Mantan Karyawan Mercedes Mengamuk Rusak Pabrik dengan Bulldozer

VITORIA - Seorang mantan karyawan Mercedes-Benz ditangkap pihak Kepolisian setelah mengamuk dan hancurkan fasilitas pabrik dengan bulldozer setelah ia di PHK.

Pelaku berusia 38 tahun yang dirahasiakan namanya ini melakukan pengerusakan di pabrik Mercedes-Benz di Vitoria, Spanyol. Amukan pelaku dilaporkan telah menghancurkan lebih dari 50 unit van Mercedes-Benz V-Class dan Vito.

Dalam aksinya, pelaku sempat terlebih dahulu mencuri bulldozer yang berada jauh dari pabrik yakni sekitar 21 km. Ia kemudian mengendarainya menuju pabrik dan kemudian menabrak gerbang untuk menerobos masuk fasilitas pabrik.

Di PHK, Mantan Karyawan Mercedes Mengamuk Merusak Pabrik dengan Bulldozer

Saat berada di dalam pabrik, dengan buldozer pelaku menggila, menabrak mobil-mobil baru yang terparkir hingga hancur. Dan kabarnya ia juga berusaha untuk menerobos hingga masuk ke jalur perakitan robotik.

Beruntung aksinya tidak terjadi di tempat perakitan. Karena jika fasilitas tersebut hancur, sudah barang tentu pabrik akan melakukan stop produksi dan harus tutup untuk melakukan perbaikan. Jika itu terjadi pasokan V-Class, Vito, EQV dan turunannya ke seluruh dunia akan terhambat.

Karena aksi mantan karyawannya ini, Mercedes-Benz diperkirakan menderita kerugian cukup besar. Menurut media setempat Perodismo Del Motor, kerugian ditaksir mencapai 2 juta euro atau sekitar Rp 34 miliar, namun ditaksir angka ini bisa lebih tinggi lagi.

Di PHK, Mantan Karyawan Mercedes Mengamuk Merusak Pabrik dengan Bulldozer
Selain puluhan stok mobil baru, kerusakan juga tercatat pada 2 excavator beko, 1 mobil karyawan dan beberapa bagian bangunan. Tak lupa ditambah juga kerusakan di jalan saat si pelaku mengendarai bulldozer sejauh 21 km.    

Beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Pelaku sendiri akhirnya kini harus mendekam dalam penjara dan akan diadali dengan beragam kasus.

Sampai berita ini dibuat memang belum jelas mengapa si pelaku begitu kesal hingga mengamuk tak terkendali. Yang jelas sebelum di PHK ia sudah bekerja beberapa tahun di pabrik Mercedes-Benz tersebut.

Dan sepertinya tidak ada mediasi untuk mendapatkan kompromi terbaik atas perselisihan PHK karyawan yang terjadi di sana. Karena sejatinya penyelesaian lewat kompromi antara kedua belah pihak tidak akan mengakibatkan kerugian besar serta harus berakhir di penjara. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar