DFSK Glory i-Auto Belum Bisa Bahasa Indonesia

Berita Otomotif

DFSK Glory i-Auto Belum Bisa Bahasa Indonesia

JAKARTA – DFSK Indonesia mengakui bahwa fitu i-Talk pada Glory i-Auto belum bisa menerima perintah suara berbahasa Indonesia karena pengembangan belum selesai.

Sebelumnya diberitakan bahwa DFSK Glory i-Auto telah meluncur dengan harga Rp Rp 329,699 juta dan telah dilengkapi dengan beragam fitur menarik. Salah satu fitur andalannya adalah i-Talk yang memiliki lebih dari 100 fungsi kontrol suara dan tersambung dengan phone Connection, voice navigation, media command, car feature voice control sampai connectivity.

Sayangnya, fitur tersebut masih belum bisa mengenali bahasa Indonesia. Hal ini dikarenakan DFSK Indonesia masih mengembangkan kemampuan dari fitur i-Talk. Meski demikian, mereka menjanjikan akan menghadirkan bahasa Indonesia secepatnya.

“Saat ini kami masih menggunakan Bahasa Inggris, tapi aksennya sudah bahasa Indonesia. Untuk update masih dikembangkan agar bisa bahasa indonesia,” ungkap Franz Wang, Managing Director PT Sokonindo Automobile.

Meski demikian, Ia mengklaim bahwa i-Talk sudah mengenali aksen yang dimiliki oleh orang Indonesia. Dengan demikian, pengoerasian i-Talk akan lebih mudah ketimbang dengan fitur sejenis yang belum mengenali aksen Indonesia.

DFSK yakin bahwa fitur perintah suara ini dapat memberikan pengalaman menyenangkan dalam berkendara. Terlebih, fitur ini membuat kedua tangan pengemudi tetap berada di setir dan menjaga laju kendaraan sesuai dengan kebutuhan. Sehingga keamanan kendaraan meningkat dan pengemudi bisa tetap fokus dalam mengendalikan mobil.

Segera Diekspor

DFSK Glory i-Auto diproduksi di Tanah Air dengan memanfaatkan pabrik mereka yang berada di Cikande, Banten. Pabrik berkonsep menuju teknologi industri 4.0 ini memiliki empat proses utama dalam pembuatan kendaraan mulai dari pencetakan, pengelasan, pengecatan, sampai perakitan akhir dengan standar kontrol tinggi.

“Kami juga berencana untuk melakukan ekspor DFSK Glory i-Auto. Inilah alasan kami membangun pabrik di Indonesia karena unit yang diprodiksi disini akan diekspor ke beberapa negara. saat ini kami udah ekspor ke filipina, malaysia dan beberapa negara lainnya,” tambahnya.

DFSK memang telah melakukan ekspor untuk semua modelnya. Dan ternyata DFSK Super Cab masih menjadi tulang punggung penjualan ekspor. Negara-negara ASEAN merupakan wilayah pertama yang menjadi fokus mereka. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar