Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif Depresiasi Rupiah Jadi ‘Cobaan’ Terbaru, Harga Mobil akan Naik Lagi? Depresiasi Rupiah Jadi ‘Cobaan’ Terbaru, Harga Mobil akan Naik Lagi? Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 26 May 2022 08:06 JAKARTA/LOMBOK - Depresiasi rupiah menjadi ‘cobaan’ terkini yang menambah beban biaya produksi mobil. Beberapa pabrikan otomotif besar mengaku masih menahan harga jual. Tapi, sampai kapan?Menurut Marketing and Customer Relations Division Head PT. Astra International - Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso, beberapa isu global yang terjadi belakangan ini turut memengaruhi biaya produksi mobil di Indonesia.Isu terbaru yang ia sebutkan ialah keputusan Bank Federal Amerika Serikat menaikkan suku bunga pada awal Mei 2022. Sebelum itu, sudah ada perang Rusia-Ukraina sejak Februari 2022 serta lockdown yang beberapa bulan terakhir kembali terjadi di China. Artikel terkait Honda Waswas Lockdown Shanghai Bikin Inden HR-V di Indonesia Makin Lama Berita Otomotif 11 April 2022 Daihatsu Terus Pantau Depresiasi Rupiah, Harga Mobil Masih Belum Naik Berita Otomotif 27 June 2022 Toyota dan Mitsubishi Belum Naikkan Harga Meski Kurs Rupiah Labil Berita Otomotif 07 May 2018 Langkah The Fed--sebutan bank sentral ‘Negeri Paman Sam’--menaikkan suku bunga 50 bps membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sampai sekarang masih terdepresiasi. Sementara, perang di Eropa Timur memengaruhi harga material.Lockdown di ‘Negeri Tirai Bambu’ membuat berbagai pabrikan mobil was-was terhadap situasi krisis suplai cip semikonduktor yang sudah berlangsung beberapa tahun belakangan. Kombinasi semua hal tersebut memengaruhi biaya produksi dan harga mobil.“Sampai sekarang harga Daihatsu belum naik. Kenapa? Daihatsu selalu bisa melaksanakan efisiensi di segala bidang. Jadi, kuncinya efisiensi,” tandas Hendrayadi dalam Media Gathering pada Kamis (19/5/2022) di Sunter, Jakarta.Sebagai informasi, terakhir kali harga mobil di Indonesia naik ramai-ramai adalah pada 1 April tahun ini.Pemicunya ialah revisi Pajak Pertambahan Nilai dari 10 persen ke 11 persen, pun berakhirnya insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) di tengah pandemi Covid-19 bagi berbagai mobil rakitan lokal di luar segmen low cost green car (LCGC).Lebih lanjut, Marketing Director PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani menerangkan efek dari depresiasi nilai tukar rupiah bisa berbeda-beda untuk tiap pemasok komponen mereka.Ia sendiri masih bersyukur efek kebijakan The Fed di Indonesia tak sebesar di beberapa negara Asia Tenggara lain. Apalagi di Filipina.Perhitungan harga mobil juga terdiri dari banyak determinan. Demikian pula dengan keputusan mempertahankan atau menaikkannya.“Saat ini kami masih wait and see karena perubahan The Fed baru hitungan hari. Jadi, kami juga masih melihat,” tukas dia usai Media Gathering.Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT. Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menyatakan nilai tukar rupiah sangat memengaruhi biaya produksi mereka. Sebelum itu, krisis cip semikonduktor sudah menjadi beban.“Beberapa item (komponen) harus by air (dikirim lewat pesawat--Red). Itu peningkatan biaya juga. Tapi, konsumen kami harus dapat barang secepat-cepatnya,” tegas dia menanggapi pertanyaan Mobil123.com di sela-sela Media Test Drive All New Honda HR-V di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/5/2022).“Kami berusaha semaksimal mungkin menekan biaya produksi itu. Untuk berapa lamanya kami belum bisa tentukan,” lanjut Billy. [Xan/Ses]>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<< ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait lockdown China perang Rusia Ukraina nilai tukar rupiah krisis cip semikonduktor depresiasi rupiah harga mobil Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Depresiasi Rupiah Jadi ‘Cobaan’ Terbaru, Harga Mobil akan Naik Lagi? Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 26 May 2022 08:06 JAKARTA/LOMBOK - Depresiasi rupiah menjadi ‘cobaan’ terkini yang menambah beban biaya produksi mobil. Beberapa pabrikan otomotif besar mengaku masih menahan harga jual. Tapi, sampai kapan?Menurut Marketing and Customer Relations Division Head PT. Astra International - Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso, beberapa isu global yang terjadi belakangan ini turut memengaruhi biaya produksi mobil di Indonesia.Isu terbaru yang ia sebutkan ialah keputusan Bank Federal Amerika Serikat menaikkan suku bunga pada awal Mei 2022. Sebelum itu, sudah ada perang Rusia-Ukraina sejak Februari 2022 serta lockdown yang beberapa bulan terakhir kembali terjadi di China. Artikel terkait Honda Waswas Lockdown Shanghai Bikin Inden HR-V di Indonesia Makin Lama Berita Otomotif 11 April 2022 Daihatsu Terus Pantau Depresiasi Rupiah, Harga Mobil Masih Belum Naik Berita Otomotif 27 June 2022 Toyota dan Mitsubishi Belum Naikkan Harga Meski Kurs Rupiah Labil Berita Otomotif 07 May 2018 Langkah The Fed--sebutan bank sentral ‘Negeri Paman Sam’--menaikkan suku bunga 50 bps membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sampai sekarang masih terdepresiasi. Sementara, perang di Eropa Timur memengaruhi harga material.Lockdown di ‘Negeri Tirai Bambu’ membuat berbagai pabrikan mobil was-was terhadap situasi krisis suplai cip semikonduktor yang sudah berlangsung beberapa tahun belakangan. Kombinasi semua hal tersebut memengaruhi biaya produksi dan harga mobil.“Sampai sekarang harga Daihatsu belum naik. Kenapa? Daihatsu selalu bisa melaksanakan efisiensi di segala bidang. Jadi, kuncinya efisiensi,” tandas Hendrayadi dalam Media Gathering pada Kamis (19/5/2022) di Sunter, Jakarta.Sebagai informasi, terakhir kali harga mobil di Indonesia naik ramai-ramai adalah pada 1 April tahun ini.Pemicunya ialah revisi Pajak Pertambahan Nilai dari 10 persen ke 11 persen, pun berakhirnya insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) di tengah pandemi Covid-19 bagi berbagai mobil rakitan lokal di luar segmen low cost green car (LCGC).Lebih lanjut, Marketing Director PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani menerangkan efek dari depresiasi nilai tukar rupiah bisa berbeda-beda untuk tiap pemasok komponen mereka.Ia sendiri masih bersyukur efek kebijakan The Fed di Indonesia tak sebesar di beberapa negara Asia Tenggara lain. Apalagi di Filipina.Perhitungan harga mobil juga terdiri dari banyak determinan. Demikian pula dengan keputusan mempertahankan atau menaikkannya.“Saat ini kami masih wait and see karena perubahan The Fed baru hitungan hari. Jadi, kami juga masih melihat,” tukas dia usai Media Gathering.Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT. Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menyatakan nilai tukar rupiah sangat memengaruhi biaya produksi mereka. Sebelum itu, krisis cip semikonduktor sudah menjadi beban.“Beberapa item (komponen) harus by air (dikirim lewat pesawat--Red). Itu peningkatan biaya juga. Tapi, konsumen kami harus dapat barang secepat-cepatnya,” tegas dia menanggapi pertanyaan Mobil123.com di sela-sela Media Test Drive All New Honda HR-V di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/5/2022).“Kami berusaha semaksimal mungkin menekan biaya produksi itu. Untuk berapa lamanya kami belum bisa tentukan,” lanjut Billy. [Xan/Ses]>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<< ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait lockdown China perang Rusia Ukraina nilai tukar rupiah krisis cip semikonduktor depresiasi rupiah harga mobil
Honda Waswas Lockdown Shanghai Bikin Inden HR-V di Indonesia Makin Lama Berita Otomotif 11 April 2022
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...