Daihatsu Kurangi Jumlah Produksi Demi Protokol Kesehatan

Berita Otomotif

Daihatsu Kurangi Jumlah Produksi Demi Protokol Kesehatan

JAKARTA – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyesuaikan kapasitas produksi kendaraannya selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) II.

Sebelumnya, takt time di pabrik ADM adalah 1,5 menit per unit kendaraan, kini waktunya menjadi 3,1 menit per unit. Penambahan waktu takt time ini mempengaruhi jumlah produksi kendaraan yang diproduksi oleh pabrik ADM.

Langkah ini harus dilaksanakan guna memastikan jarak antar karyawan di line produksi tetap terjaga. PT ADM menerapkan jarak minimal antar karyawan 1,5 meter. Hal ini merupakan salah satu bagian dari komitmen mereka dalam mencegah terjadinya penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Meski mengalami penurunan jumlah produksi, PT ADM mengklaim tetap berusaha beroperasi secara optimal. Terutama bila melihat kondisi pasar otomotif mulai membaik dibandingkan pada bulan Mei 2020 lalu.

Hingga saat ini, Daihatsu menerapkan kebijakan WFO (work from office) dan WFH (work from home) menjadi 25% WFO – 75% WFH. Artinya, tiap karyawan Daihatsu bekerja di kantor hanya 1 minggu dalam 1 bulan selama periode PSBB. Selain itu, ADM juga menggunakan sebuah aplikasi monitor internal untuk memastikan jarak antar karyawan saat bekerja di kantor selalu dalam batas aman.

daihatsu gran max pu
Selain untuk memenuhi pasar domestik, produk rakitan ADM juga diekspor di 75 negara dengan brand Toyota, Daihatsu dan Mazda. Khusus untuk Mazda, ekspor baru dimulai pada September 2020 lalu, yaitu Mazda Bongo yang berbasis Daihatsu GranMax.

Seluruh ekspor kendaraan sudah disesuaikan dengan kebutuhan brand dan negara-negara pengimpor. Dengan demikian, kualitas kendaraan tetap terjaga dengan baik dan tidak mengecewakan negara pengimpor.

“Daihatsu tetap optimis dan bersyukur walaupun terjadi penurunan, masih dapat tetap melakukan aktivitas produksi dengan menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan dengan mengoptimalkan karyawan yang bekerja demi meminimalisir penyebaran Covid-19 di seluruh area kerja,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT ADM.

Hingga berita ini dibuat, jumlah penderita Covid-19 di Indonesia telah mencapai 320.564 orang. Dari jumlah tersebut 244.060 dinyatakan pulih sementara 11.580 orang tutup usia. DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar