C-HR, Mobil bagi Mereka yang Tidak Suka Toyota

Berita Otomotif

C-HR, Mobil bagi Mereka yang Tidak Suka Toyota

JAKARTA – Toyota C-HR, sport utility vehicle (SUV) terbaru Toyota bakal segera menyapa pasar Indonesia dalam hitungan jam. Menarik menantikan apakah model ini juga dapat menarik konsumen baru yang tak suka Toyota di Indonesia, seperti terjadi di negara lain.

Toyota C-HR adalah fenomena bagi Toyota. SUV kompak ini langsung menarik perhatian banyak pihak begitu versi konsepnya diperlihatkan di Frankfurt Motor Show 2015 dan ketika model produksi massalnya muncul setahun kemudian di Geneva Motor Show, dengan produksi yang dimulai di akhir 2016.

Pasalnya, proporsi bodi serta desain Toyota C-HR yang banyak meperlihatkan sudut-sudut tajam dan diakui sangatlah bukan Toyota. Pabrikan asal Jepang itu sendiri menyebut konsep desain C-HR adalah ‘sexy diamond’.

Urusan desain C-HR ini berujung pada satu hal unik. Ternyata, C-HR dikabarkan mampu membuat Toyota menggaet konsumen baru dan uniknya adalah mereka yang tak suka dengan produk-produk Toyota sebelumnya.

“Saya pikir kami sudah berhasil menarik konsumen-konsumen baru yang di masa lalu bahkan tak pernah menoleh pada mobil-mobil kami. Ini karena C-HR sangat bukan Toyota,” kata Executive Chief of Engineer C-HR Hiroyuki Koba.

Toyota C-HR hampir seorang diri mendorong penjualan salah satu pabrikan terbesar dunia ini di Eropa maupun Jepang. Di paruh pertama 2017, C-HR menyumbang lebih dari 10 persen penjualan Toyota di dua pasar ini. Tanpa C-HR, penjualan Toyota akan turun.

Di pasar Amerika Serikat, lebih pelan penjualannya antara lain karena isu suplai dan permintaan yang lebih mengarah pada kendaraan berdimensi lebih besar. Tetapi, misi untuk merangkul konsumen baru, menurut Toyota, tetap tercapai.

Sepak Terjang di Indonesia
Toyota C-HR bakal meluncur Selasa (10/4/2018) siang ini di Tanah Air. Melihat bagaimana SUV pesaing Honda HR-V tersebut mengangkat Toyota di pasar negara lain, menarik menantikan bagaimana efeknya di Indonesia kelak. Ini tentunya dilihat baik secara volume maupun penambahan konsumen baru.

Harganya sendiri menurut tenaga penjual dealer Toyota tak bisa dikatakan murah yakni berkisar di Rp 490 juta untuk varian mesin bensin 1.8 liter. Jika itu benar, tentunya jangan mengharap C-HR mampu terjual 7.000 unit, apalagi 10 ribu unit atau lebih seperti low multi purpose vehicle (LMVP).

Di sisi lain, Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor Fransiskus Soerjopranoto pada akhir 2017 di Jakarta pernah mengatakan bahwa konsumen kelas menengah ke atas saat ini sedang menahan uang mereka. Jika tak ada model baru di pasar yang menarik, mereka lebih memilih ‘menyimpan uang di bawah bantal’.

Menarik pula menunggu kapan C-HR versi mesin 1.8 liter hybrid, yang nantinya memanfaatkan insentif pajak dari pemerintah, datang ke negeri ini serta bagaimana perbedaan harganya dengan varian mesin bensin. Apalagi, pasar mobil ramah lingkungan di Indonesia masihlah pasar yang ‘asing’ bagi konsumen.  [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual