Brio Rakitan Indonesia juga Dipersulit Masuk Filipina, Ini Respons Honda

Berita Otomotif

Brio Rakitan Indonesia juga Dipersulit Masuk Filipina, Ini Respons Honda

JAKARTA – Kebijakan safeguard Filipina turut mempersulit ekspor Honda Brio rakitan Indonesia ke sana. Sang pabrikan mengkritik langkah tersebut.

Mulai awal 2021, Filipina menerapkan kebijakan yang mempersulit impor mobil alias safeguard. Impor kendaraan roda empat dikenakan bea masuk tambahan besar yaitu 70 ribu peso (Rp 20,5 juta, 1 peso = Rp 292,89) untuk mobil penumpang atau 100 ribu peso (Rp 29,2 juta) bagi mobil niaga.

Filipina sendiri menjadi salah satu negara tujuan ekspor mobil produksi Indonesia, salah satunya adalah Brio. City car ini diekspor secara utuh (Completely Built-Up) ke negara tersebut plus Vietnam sejak 2019.


Dalam konferensi pers virtual awal tahun, Yusak Billy selaku Business Innovation, Sales, and Marketing mengatakan kementerian – kementerian terkait kini secara aktif mendiskusikannya bersama perwakilan industri otomotif nasional yaitu Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pembicaraan antarmereka sudah beberapa kali dilakukan, misalnya pada pekan lalu.

Pekan ini, rapat antara para pemangku kepentingan di dalam negeri rencananya kembali digelar. Menurut dia, kebijakan Filipina tersebut tentu saja bisa berdampak terhadap ekspor mobil rakitan lokal.

“Safeguard tersebut tidak memiliki alasan kuat. Ini (hal – hal terkait ekspor – impor otomotif) sebetulnya sudah disepakati negara – negara ASEAN. Misalnya saja mengenai tingkat komponen lokal ASEAN. Semuanya sudah ada kesepakatan,” ucap Billy merespons pertanyaan Mobil123.com pada permulaan pekan ini.


Volume ekspor Brio ke dua negara tujuan, lanjut dia, mencapai 12.810 unit sejak April 2019 sampai dengan Desember 2020. Akan tetapi, ia tidak memberitahukan berapa banyak kontribusi Filipina terhadap raihan tersebut.

Yusak juga tidak memberitahu seberapa signifikan dampak safeguard Filipina terhadap satu – satunya komoditas ekspor CBU Honda tersebut. Ia hanya menjawabnya secara diplomatis.

“Dampaknya terhadap ekspor CBU Honda masih kami pelajari,” tukas dia.

Brio sendiri baru saja meraih prestasi pada 2020 di pasar Indonesia. Di tengah penurunan pasar yang luar biasa besar akibat pandemi, city car ini berhasil menjadi mobil terlaris se-Tanah Air mengalahkan Toyota Avanza yang menempati posisi tersebut sejak 2006 hingga 2019.

Inilah pertama kalinya produk Honda menjadi mobil paling laku di Indonesia. Brio mampu membukukan penjualan retail 43.021 unit dengan kontribusi 54 persen terhadap total penjualan Honda dan mengalahkan transaksi jual – beli Avanza di 40.728 unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar