Bocoran Terbaru Soal Suzuki Ertiga dan XL7 Hybrid! Kapan Dijual di Indonesia?

Berita Otomotif

Bocoran Terbaru Soal Suzuki Ertiga dan XL7 Hybrid! Kapan Dijual di Indonesia?

JAKARTA – Perlahan-lahan, detail rencana Suzuki menjual Ertiga maupun XL7 hybrid di Indonesia terungkap. Informasi terkini bahkan mengungkap waktu peluncuran keduanya.

Bahan presentasi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk acara Investor Daily Summit 2021 mengungkap cukup banyak rencana strategis pabrikan otomotif terkait elektrifikasi. Suzuki adalah salah satu nama yang ada di dalamnya.

“Suzuki Ertiga mild hybrid (2022) dan Suzuki XL7 mild hybrid (2023),” demikian tertulis dalam bahan paparannya mengenai rencana model ramah lingkungan Suzuki di Indonesia, dalam acara yang disiarkan secara virtual lewat YouTube beberapa waktu lalu itu.

Suzuki Ertiga mild hybrid

Sebelumnya, Mobil123.com sudah memberitakan pula adanya rencana peluncuran Toyota Kijang Innova hybrid pada 2022, Mitsubishi Xpander pada 2023, plus empat peluncuran Hyundai dari akhir tahun ini sampai 2022. Salah satu yang Hyundai siapkan adalah sebuah model mobil listrik murni untuk melengkapi keberadaan Ioniq dan Kona EV yang mengaspal sejak 2020.

Suzuki untuk pertama kalinya mengakui adanya pengembangan mobil hybrid murah untuk pasar Indonesia pada Oktober 2019. Adapun teknologi yang digunakan adalah mild hybrid dan model yang disebut-sebut ketika itu adalah Ertiga.

Namun, pada Maret 2021, terungkap lagi satu nama lainnya yakni XL7 mild hybrid. Agus Gumiwang, di sela-sela kunjungan kerjanya ke Jepang, menyebut bahwa Ertiga plus XL7 mild hybrid nantinya dirakit secara lokal di Indonesia.

Untuk rencana elektrifikasi mereka, Suzuki menyiapkan investasi tambahan senilai Rp1,2 triliun untuk tiga tahun ke depan.

Suzuki XL7 mild hybrid

Pemerintah memang ingin memicu terciptanya pasar plus industri mobil serta motor listrik di Tanah Air. Selain bermodalkan cadangan nikel terbesar dunia di dalam bumi Nusantara, pemerintah memberikan berbagai insentif fiskal maupun nonfiskal bagi para konsumen maupun pabrikan otomotif mulai Oktober 2021.

“Pemerintah menargetkan produksi kendaraan listrik pada 2030 dapat mencapai minimal 600 ribu unit untuk roda empat atau lebih dan untuk roda dua adalah 2,5 juta unit,” tukas Agus dalam Investor Daily Summit 2021.

Regulator juga akan membangun tempat pengecasan baterai kendaraan listrik alias SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). Pada 2025, jumlah SPKLU ditargetkan mencapai 2.400 di seluruh Indonesia. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar