Beberapa Hal Penting yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Mobil Bekas

Panduan Pembeli

Beberapa Hal Penting yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Mobil Bekas

Ada hal-hal terkait urusan teknis dan legalitas yang amat perlu Anda cek atau urus, usai membeli mobil bekas.

Membeli mobil bekas memang jadi jalan keluar, kalau Anda butuh kendaraan tapi mempunyai bujet terbatas. Namun, jangan lupakan kalau yang Anda beli sudah pernah dipakai oleh orang lain.

mobil bekas Toyota Avanza produksi 2016

Memang, ada kiat-kiat dalam membeli mobil bekas demi meminimalisir potensi mendapatkan unit yang banyak masalah. Meski demikian, agar lebih aman serta meyakinkan, Anda disarankan untuk melakukan pengecekan dan pergantian beberapa komponen.

Disarankan pula melakukan mutasi atau balik nama kendaraan.

Artikel kali ini akan membahas lebih rinci soal ‘pekerjaan rumah’ setelah memboyong mobil bekas, seperti dikutip dari berbagai sumber khususnya situs resmi Otospector.

6 Hal yang Harus Dicek, Diganti, atau Diurus Usai Membeli Mobil Bekas

  • Bersihkan Eksterior dan Interior Mobil

cuci mobil setelah beli mobil bekas

Kemungkinan besar, mobil bekas yang Anda pilih dan beli sudah dibuat sewangi dan sebersih mungkin oleh diler atau individu penjualnya. Meski begitu, demi kenyamanan serta kesehatan diri sendiri serta keluarga, sebaiknya bersihkan eksterior maupun interior mobil agar sisa bakteri, virus, kotoran, atau kuman bisa hilang.

Dahulu mungkin poin ini dianggap remeh. Namun, sejak pandemi Covid-19 masuk Indonesia pada Maret 2020 hingga detik ini, permasalahan kebersihan mobil, rumah, atau barang-barang di sekitar Anda menjadi isu yang sangat vital.

Apalagi, virus Corona atau Covid-19 diketahui bisa bertahan dalam hitungan hari hingga pekan di berbagai jenis benda.

Di permukaan logam dan kaca, misalnya, virus Covid-19 disebut bisa bertahan lima hari. Di permukaan kayu, virus yang menggoyangkan perekonomian dunia ini bertahan sampai sampai empat hari.

Sementara itu, di permukaan plastik, virus yang muncul di Wuhan, China pada akhir 2019 ini bisa bertahan dua sampai tiga hari.

Jika ingin aman, sebaiknya pergi ke ahlinya untuk membersihkan eksterior dan interior mobil. Ini karena material-material di kabin perlu perlakuan yang berbeda-beda.

Misalnya seperti kulit, plastik, dan vinyl yang sensitif terhadap alkohol. Air sabun malah lebih aman untuk material-material ini.

Salah satu metode yang dianjurkan untuk membunuh bakteri, virus, atau kuman adalah pengasapan (fogging) yang dapat dilakukan di bengkel-bengkel tertentu.

Kabin mobil bakal diasapi dengan kabut yang mengandung  benzalkonium chloride (0,1 persen).

Proses fogging berlangsung sekitar setengah jam. Asap khusus tersebut dibiarkan bersirkulasi di dalam kabin selama kurang-lebih 15 menit. Kemudian, setelah sisa asap hilang, mobil bisa dipakai kembali.

  • Ganti Segala Macam Oli dan Cairan

ganti oli dan pelumas setelah beli mobil bekas

Oli, pelumas, dan cairan-cairan di dalam mobil amat penting untuk mendukung kelancaran kinerja berbagai komponen vital dari kendaraan. Khususnya kalau kita bicara sektor mesin, rem, radiator, juga transmisi.

Oleh karenanya, sebaiknya segera mengganti oli mesin, oli rem, cairan pendingin (coolant) radiator, oli perseneling, pun oli gardan mobil bekas yang Anda beli sebelum mengemudikannya.

Soalnya, kita tak tahu pasti kapan terakhir kali kendaraan digunakan. Oli yang lama tidak bersirkulasi bisa berkurang kualitasnya, juga kalau oli lama tidak diganti.

Ini juga demi memastikan agar semua oli dan cairan yang digunakan sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan.

Selain itu, saat mengganti segala cairan di dalam kendaraan, teknisi bisa mengetahui kalau ada permasalahan yang berpotensi menimbulkan bahaya. Contohnya saja kebocoran pada sistem pengereman, karena oli rem selalu berkurang—hal yang tidak akan terjadi dalam kondisi normal.

Bicara sektor mesin, pengurasan oli lama sebelum memasukkan yang baru mutlak diperlukan jika Anda benar-benar tidak tahu jenis oli yang dipakai pemilik sebelumnya.

  • Cek Sektor Roda dan Kaki-kaki

cek kaki-kaki dan ban setelah beli mobil bekas

Kadang kala, mobil bekas memiliki isu pada kaki-kaki. Apalagi kalau unit yang dibeli sudah berusia relatif tua.

Ini wajar karena kaki-kaki merupakan sektor yang amat terdampak oleh benturan-benturan antara roda dengan permukaan jalan. Jangan lupakan pula kalau kondisi permukaan jalan di jalur non-tol atau bahkan tol di Indonesia kerap berlubang dengan ukuran dan kedalaman beranekaragam.

Makanya, usai membeli mobil bekas, jangan lupa pula memeriksakan berbagai bagian dari kaki-kaki semisal shockbreaker, tie rod, ball joint, bushing, bearing di bengkel kepercayaan Anda.

Pastikan pula kondisi sistem peredaman benturan di kaki-kaki masih baik.

Satu hal yang mesti Anda ketahui, potensi masalah pada kaki-kaki disebut-sebut semakin besar pada mobil-mobil dengan sistem penggerak roda depan (front wheel drive/FWD). Alasannya, pada mobil FWD, kaki-kaki depan berfungsi ganda, yakni sebagai pengarah ban berdasarkan ‘masukan’ dari setir sekaligus penggerak kendaraan yang mendapatkan tenaga dari mesin.

Jangan lupa pula cek kondisi ‘teman baik’ kaki-kaki, yaitu keempat ban. Pertama sekali, periksa ketebalan tapak ban terhadap Tread Wear Indicator (TWI).

Penting pula untuk mencari tahu usia ban mobil bekas Anda. Ini bisa diketahui dari empat digit kode yang tertera di masing-masing ban.

Usia ban yang direkomendasikan paling lama lima tahun. Jika ternyata perlu diganti tapi Anda belum mampu membeli empat ban baru sekaligus, utamakan dua roda bagian belakang terlebih dahulu demi meminimalisir kemungkinan mobil kehilangan traksi dan terjadinya oversteer ketika dikemudikan.

  • Lakukan Spooring dan Balancing

spooring dan balancing setelah beli mobil bekas

Sektor kaki-kaki dan ban mobil bekas yang Anda beli juga memerlukan perawatan bernama spooring serta balancing.

Singkatnya, spooring bisa diartikan sebagai pelurusan kembali roda-roda. Adapun balancing ialah memperbaiki putaran roda agar tidak bergoyang dan menimbulkan getaran pada setir.

Kedua hal tersebut menjadi makin penting, karena kondisi jalan tak rata atau berlubang yang hampir selalu dijumpai ketika mengemudi di Indonesia.

Anda tak pernah bisa memastikan apakah pengguna mobil sebelumnya melakukan spooring dan balancing sesuai anjuran dari bengkel, yakni tiap 20 ribu km untuk rute harian jalanan mulus atau tiap 10 ribu km untuk rute harian jalanan jelek.

  • Ganti Semua Filter pada Mobil

ganti filter setelah beli mobil bekas

Selain oli dan pelumas, segala komponen penyaring (filter) mobil bekas yang Anda beli pun amat disarankan untuk diganti. Misalnya saja filter oli, filter bahan bakar, filter udara, filter kabin.

Alasannya, Anda tidak tahu pasti kapan terakhir kali semua filter tersebut diganti. Padahal, fungsi filter-filter ini cukup penting, yakni ‘menangkap’ segala kotoran yang ada di udara, bahan bakar, oli, agar tak menghambat kinerja di ruang bakar, ruang pacu, dan lain-lain.

Alasan lain, kita tak tahu pasti pula kualitas BBM atau oli yang digunakan pemilik terdahulu. Faktor tersebut dapat memperpendek usia pakai filter.

  • Mutasi dan/atau Balik Nama Surat-surat Kendaraan

mutasi dan balik nama STNK BPKB setelah beli mobil bekas

Membeli mobil bekas dengan surat-surat yang lengkap adalah sebuah keharusan. Jika tidak, Anda bisa bermasalah dengan hukum ke depannya dan tentu saja itu bakal merugikan.

Setelah membeli mobil bekas, Anda masih perlu mengurus balik nama Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Ini penting demi kemudahan pembayaran pajak tahunan maupun lima tahunan dari kendaraan Anda selama pemakaian.

Kalau Anda membeli mobil bekas di luar daerah domisili, urus dulu mutasi surat-surat kendaraan, sebelum balik nama kendaraan.

Cara, proses, dan biaya mutasi serta balik nama surat-surat kendaraan bisa Anda baca di artikel Mobil123.com sebelumnya yang berjudul ‘Cara Urus Mutasi dan Balik Nama Mobil Bekas: Syarat Hingga Biaya’.

Keenam poin di atas diestimasikan memerlukan biaya antara Rp5-10 juta untuk mobil merek Jepang, tergantung berapa banyak suku cadang yang harus diganti.

Sedangkan untuk mobil merek non-Jepang diperkirakan bisa mencapai Rp10-20 juta, kalau ternyata banyak komponen yang mesti diganti. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar