Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Panduan Pembeli Beberapa Hal Penting yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Mobil Bekas Beberapa Hal Penting yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Mobil Bekas Panduan Pembeli Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 12 October 2021 19:35 Ada hal-hal terkait urusan teknis dan legalitas yang amat perlu Anda cek atau urus, usai membeli mobil bekas.Membeli mobil bekas memang jadi jalan keluar, kalau Anda butuh kendaraan tapi mempunyai bujet terbatas. Namun, jangan lupakan kalau yang Anda beli sudah pernah dipakai oleh orang lain. Artikel terkait Kabar Baik bagi Pembeli Mobil Bekas, Bea Balik Nama Gratis sampai Januari 2025 Mobil Bekas 06 November 2024 Hati-Hati Beli Mobil Bekas Tabrakan Berita Otomotif 20 September 2018 Tips Membeli Mobil Bekas di Balai Lelang, Ini yang Harus Diperhatikan Panduan Pembeli 17 February 2022 Memang, ada kiat-kiat dalam membeli mobil bekas demi meminimalisir potensi mendapatkan unit yang banyak masalah. Meski demikian, agar lebih aman serta meyakinkan, Anda disarankan untuk melakukan pengecekan dan pergantian beberapa komponen.Disarankan pula melakukan mutasi atau balik nama kendaraan.Artikel kali ini akan membahas lebih rinci soal ‘pekerjaan rumah’ setelah memboyong mobil bekas, seperti dikutip dari berbagai sumber khususnya situs resmi Otospector.6 Hal yang Harus Dicek, Diganti, atau Diurus Usai Membeli Mobil BekasBersihkan Eksterior dan Interior MobilKemungkinan besar, mobil bekas yang Anda pilih dan beli sudah dibuat sewangi dan sebersih mungkin oleh diler atau individu penjualnya. Meski begitu, demi kenyamanan serta kesehatan diri sendiri serta keluarga, sebaiknya bersihkan eksterior maupun interior mobil agar sisa bakteri, virus, kotoran, atau kuman bisa hilang.Dahulu mungkin poin ini dianggap remeh. Namun, sejak pandemi Covid-19 masuk Indonesia pada Maret 2020 hingga detik ini, permasalahan kebersihan mobil, rumah, atau barang-barang di sekitar Anda menjadi isu yang sangat vital.Apalagi, virus Corona atau Covid-19 diketahui bisa bertahan dalam hitungan hari hingga pekan di berbagai jenis benda.Di permukaan logam dan kaca, misalnya, virus Covid-19 disebut bisa bertahan lima hari. Di permukaan kayu, virus yang menggoyangkan perekonomian dunia ini bertahan sampai sampai empat hari.Sementara itu, di permukaan plastik, virus yang muncul di Wuhan, China pada akhir 2019 ini bisa bertahan dua sampai tiga hari.Jika ingin aman, sebaiknya pergi ke ahlinya untuk membersihkan eksterior dan interior mobil. Ini karena material-material di kabin perlu perlakuan yang berbeda-beda.Misalnya seperti kulit, plastik, dan vinyl yang sensitif terhadap alkohol. Air sabun malah lebih aman untuk material-material ini.Salah satu metode yang dianjurkan untuk membunuh bakteri, virus, atau kuman adalah pengasapan (fogging) yang dapat dilakukan di bengkel-bengkel tertentu.Kabin mobil bakal diasapi dengan kabut yang mengandung benzalkonium chloride (0,1 persen).Proses fogging berlangsung sekitar setengah jam. Asap khusus tersebut dibiarkan bersirkulasi di dalam kabin selama kurang-lebih 15 menit. Kemudian, setelah sisa asap hilang, mobil bisa dipakai kembali.Ganti Segala Macam Oli dan CairanOli, pelumas, dan cairan-cairan di dalam mobil amat penting untuk mendukung kelancaran kinerja berbagai komponen vital dari kendaraan. Khususnya kalau kita bicara sektor mesin, rem, radiator, juga transmisi.Oleh karenanya, sebaiknya segera mengganti oli mesin, oli rem, cairan pendingin (coolant) radiator, oli perseneling, pun oli gardan mobil bekas yang Anda beli sebelum mengemudikannya.Soalnya, kita tak tahu pasti kapan terakhir kali kendaraan digunakan. Oli yang lama tidak bersirkulasi bisa berkurang kualitasnya, juga kalau oli lama tidak diganti.Ini juga demi memastikan agar semua oli dan cairan yang digunakan sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan.Selain itu, saat mengganti segala cairan di dalam kendaraan, teknisi bisa mengetahui kalau ada permasalahan yang berpotensi menimbulkan bahaya. Contohnya saja kebocoran pada sistem pengereman, karena oli rem selalu berkurang—hal yang tidak akan terjadi dalam kondisi normal.Bicara sektor mesin, pengurasan oli lama sebelum memasukkan yang baru mutlak diperlukan jika Anda benar-benar tidak tahu jenis oli yang dipakai pemilik sebelumnya.Cek Sektor Roda dan Kaki-kakiKadang kala, mobil bekas memiliki isu pada kaki-kaki. Apalagi kalau unit yang dibeli sudah berusia relatif tua.Ini wajar karena kaki-kaki merupakan sektor yang amat terdampak oleh benturan-benturan antara roda dengan permukaan jalan. Jangan lupakan pula kalau kondisi permukaan jalan di jalur non-tol atau bahkan tol di Indonesia kerap berlubang dengan ukuran dan kedalaman beranekaragam.Makanya, usai membeli mobil bekas, jangan lupa pula memeriksakan berbagai bagian dari kaki-kaki semisal shockbreaker, tie rod, ball joint, bushing, bearing di bengkel kepercayaan Anda.Pastikan pula kondisi sistem peredaman benturan di kaki-kaki masih baik.Satu hal yang mesti Anda ketahui, potensi masalah pada kaki-kaki disebut-sebut semakin besar pada mobil-mobil dengan sistem penggerak roda depan (front wheel drive/FWD). Alasannya, pada mobil FWD, kaki-kaki depan berfungsi ganda, yakni sebagai pengarah ban berdasarkan ‘masukan’ dari setir sekaligus penggerak kendaraan yang mendapatkan tenaga dari mesin.Jangan lupa pula cek kondisi ‘teman baik’ kaki-kaki, yaitu keempat ban. Pertama sekali, periksa ketebalan tapak ban terhadap Tread Wear Indicator (TWI).Penting pula untuk mencari tahu usia ban mobil bekas Anda. Ini bisa diketahui dari empat digit kode yang tertera di masing-masing ban.Usia ban yang direkomendasikan paling lama lima tahun. Jika ternyata perlu diganti tapi Anda belum mampu membeli empat ban baru sekaligus, utamakan dua roda bagian belakang terlebih dahulu demi meminimalisir kemungkinan mobil kehilangan traksi dan terjadinya oversteer ketika dikemudikan.Lakukan Spooring dan BalancingSektor kaki-kaki dan ban mobil bekas yang Anda beli juga memerlukan perawatan bernama spooring serta balancing.Singkatnya, spooring bisa diartikan sebagai pelurusan kembali roda-roda. Adapun balancing ialah memperbaiki putaran roda agar tidak bergoyang dan menimbulkan getaran pada setir.Kedua hal tersebut menjadi makin penting, karena kondisi jalan tak rata atau berlubang yang hampir selalu dijumpai ketika mengemudi di Indonesia.Anda tak pernah bisa memastikan apakah pengguna mobil sebelumnya melakukan spooring dan balancing sesuai anjuran dari bengkel, yakni tiap 20 ribu km untuk rute harian jalanan mulus atau tiap 10 ribu km untuk rute harian jalanan jelek.Ganti Semua Filter pada MobilSelain oli dan pelumas, segala komponen penyaring (filter) mobil bekas yang Anda beli pun amat disarankan untuk diganti. Misalnya saja filter oli, filter bahan bakar, filter udara, filter kabin.Alasannya, Anda tidak tahu pasti kapan terakhir kali semua filter tersebut diganti. Padahal, fungsi filter-filter ini cukup penting, yakni ‘menangkap’ segala kotoran yang ada di udara, bahan bakar, oli, agar tak menghambat kinerja di ruang bakar, ruang pacu, dan lain-lain.Alasan lain, kita tak tahu pasti pula kualitas BBM atau oli yang digunakan pemilik terdahulu. Faktor tersebut dapat memperpendek usia pakai filter.Mutasi dan/atau Balik Nama Surat-surat KendaraanMembeli mobil bekas dengan surat-surat yang lengkap adalah sebuah keharusan. Jika tidak, Anda bisa bermasalah dengan hukum ke depannya dan tentu saja itu bakal merugikan.Setelah membeli mobil bekas, Anda masih perlu mengurus balik nama Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Ini penting demi kemudahan pembayaran pajak tahunan maupun lima tahunan dari kendaraan Anda selama pemakaian.Kalau Anda membeli mobil bekas di luar daerah domisili, urus dulu mutasi surat-surat kendaraan, sebelum balik nama kendaraan.Cara, proses, dan biaya mutasi serta balik nama surat-surat kendaraan bisa Anda baca di artikel Mobil123.com sebelumnya yang berjudul ‘Cara Urus Mutasi dan Balik Nama Mobil Bekas: Syarat Hingga Biaya’.Keenam poin di atas diestimasikan memerlukan biaya antara Rp5-10 juta untuk mobil merek Jepang, tergantung berapa banyak suku cadang yang harus diganti.Sedangkan untuk mobil merek non-Jepang diperkirakan bisa mencapai Rp10-20 juta, kalau ternyata banyak komponen yang mesti diganti. [Xan/Ses] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait mobil bekas oli roda mobil Cek Mobil Bekas membeli mobil bekas Kaki-kaki Mobil balik nama mobil bekas komponen mobil Spooring dan Balancing Surat-Surat Kendaraan Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Beberapa Hal Penting yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Mobil Bekas Panduan Pembeli Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 12 October 2021 19:35 Ada hal-hal terkait urusan teknis dan legalitas yang amat perlu Anda cek atau urus, usai membeli mobil bekas.Membeli mobil bekas memang jadi jalan keluar, kalau Anda butuh kendaraan tapi mempunyai bujet terbatas. Namun, jangan lupakan kalau yang Anda beli sudah pernah dipakai oleh orang lain. Artikel terkait Kabar Baik bagi Pembeli Mobil Bekas, Bea Balik Nama Gratis sampai Januari 2025 Mobil Bekas 06 November 2024 Hati-Hati Beli Mobil Bekas Tabrakan Berita Otomotif 20 September 2018 Tips Membeli Mobil Bekas di Balai Lelang, Ini yang Harus Diperhatikan Panduan Pembeli 17 February 2022 Memang, ada kiat-kiat dalam membeli mobil bekas demi meminimalisir potensi mendapatkan unit yang banyak masalah. Meski demikian, agar lebih aman serta meyakinkan, Anda disarankan untuk melakukan pengecekan dan pergantian beberapa komponen.Disarankan pula melakukan mutasi atau balik nama kendaraan.Artikel kali ini akan membahas lebih rinci soal ‘pekerjaan rumah’ setelah memboyong mobil bekas, seperti dikutip dari berbagai sumber khususnya situs resmi Otospector.6 Hal yang Harus Dicek, Diganti, atau Diurus Usai Membeli Mobil BekasBersihkan Eksterior dan Interior MobilKemungkinan besar, mobil bekas yang Anda pilih dan beli sudah dibuat sewangi dan sebersih mungkin oleh diler atau individu penjualnya. Meski begitu, demi kenyamanan serta kesehatan diri sendiri serta keluarga, sebaiknya bersihkan eksterior maupun interior mobil agar sisa bakteri, virus, kotoran, atau kuman bisa hilang.Dahulu mungkin poin ini dianggap remeh. Namun, sejak pandemi Covid-19 masuk Indonesia pada Maret 2020 hingga detik ini, permasalahan kebersihan mobil, rumah, atau barang-barang di sekitar Anda menjadi isu yang sangat vital.Apalagi, virus Corona atau Covid-19 diketahui bisa bertahan dalam hitungan hari hingga pekan di berbagai jenis benda.Di permukaan logam dan kaca, misalnya, virus Covid-19 disebut bisa bertahan lima hari. Di permukaan kayu, virus yang menggoyangkan perekonomian dunia ini bertahan sampai sampai empat hari.Sementara itu, di permukaan plastik, virus yang muncul di Wuhan, China pada akhir 2019 ini bisa bertahan dua sampai tiga hari.Jika ingin aman, sebaiknya pergi ke ahlinya untuk membersihkan eksterior dan interior mobil. Ini karena material-material di kabin perlu perlakuan yang berbeda-beda.Misalnya seperti kulit, plastik, dan vinyl yang sensitif terhadap alkohol. Air sabun malah lebih aman untuk material-material ini.Salah satu metode yang dianjurkan untuk membunuh bakteri, virus, atau kuman adalah pengasapan (fogging) yang dapat dilakukan di bengkel-bengkel tertentu.Kabin mobil bakal diasapi dengan kabut yang mengandung benzalkonium chloride (0,1 persen).Proses fogging berlangsung sekitar setengah jam. Asap khusus tersebut dibiarkan bersirkulasi di dalam kabin selama kurang-lebih 15 menit. Kemudian, setelah sisa asap hilang, mobil bisa dipakai kembali.Ganti Segala Macam Oli dan CairanOli, pelumas, dan cairan-cairan di dalam mobil amat penting untuk mendukung kelancaran kinerja berbagai komponen vital dari kendaraan. Khususnya kalau kita bicara sektor mesin, rem, radiator, juga transmisi.Oleh karenanya, sebaiknya segera mengganti oli mesin, oli rem, cairan pendingin (coolant) radiator, oli perseneling, pun oli gardan mobil bekas yang Anda beli sebelum mengemudikannya.Soalnya, kita tak tahu pasti kapan terakhir kali kendaraan digunakan. Oli yang lama tidak bersirkulasi bisa berkurang kualitasnya, juga kalau oli lama tidak diganti.Ini juga demi memastikan agar semua oli dan cairan yang digunakan sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan.Selain itu, saat mengganti segala cairan di dalam kendaraan, teknisi bisa mengetahui kalau ada permasalahan yang berpotensi menimbulkan bahaya. Contohnya saja kebocoran pada sistem pengereman, karena oli rem selalu berkurang—hal yang tidak akan terjadi dalam kondisi normal.Bicara sektor mesin, pengurasan oli lama sebelum memasukkan yang baru mutlak diperlukan jika Anda benar-benar tidak tahu jenis oli yang dipakai pemilik sebelumnya.Cek Sektor Roda dan Kaki-kakiKadang kala, mobil bekas memiliki isu pada kaki-kaki. Apalagi kalau unit yang dibeli sudah berusia relatif tua.Ini wajar karena kaki-kaki merupakan sektor yang amat terdampak oleh benturan-benturan antara roda dengan permukaan jalan. Jangan lupakan pula kalau kondisi permukaan jalan di jalur non-tol atau bahkan tol di Indonesia kerap berlubang dengan ukuran dan kedalaman beranekaragam.Makanya, usai membeli mobil bekas, jangan lupa pula memeriksakan berbagai bagian dari kaki-kaki semisal shockbreaker, tie rod, ball joint, bushing, bearing di bengkel kepercayaan Anda.Pastikan pula kondisi sistem peredaman benturan di kaki-kaki masih baik.Satu hal yang mesti Anda ketahui, potensi masalah pada kaki-kaki disebut-sebut semakin besar pada mobil-mobil dengan sistem penggerak roda depan (front wheel drive/FWD). Alasannya, pada mobil FWD, kaki-kaki depan berfungsi ganda, yakni sebagai pengarah ban berdasarkan ‘masukan’ dari setir sekaligus penggerak kendaraan yang mendapatkan tenaga dari mesin.Jangan lupa pula cek kondisi ‘teman baik’ kaki-kaki, yaitu keempat ban. Pertama sekali, periksa ketebalan tapak ban terhadap Tread Wear Indicator (TWI).Penting pula untuk mencari tahu usia ban mobil bekas Anda. Ini bisa diketahui dari empat digit kode yang tertera di masing-masing ban.Usia ban yang direkomendasikan paling lama lima tahun. Jika ternyata perlu diganti tapi Anda belum mampu membeli empat ban baru sekaligus, utamakan dua roda bagian belakang terlebih dahulu demi meminimalisir kemungkinan mobil kehilangan traksi dan terjadinya oversteer ketika dikemudikan.Lakukan Spooring dan BalancingSektor kaki-kaki dan ban mobil bekas yang Anda beli juga memerlukan perawatan bernama spooring serta balancing.Singkatnya, spooring bisa diartikan sebagai pelurusan kembali roda-roda. Adapun balancing ialah memperbaiki putaran roda agar tidak bergoyang dan menimbulkan getaran pada setir.Kedua hal tersebut menjadi makin penting, karena kondisi jalan tak rata atau berlubang yang hampir selalu dijumpai ketika mengemudi di Indonesia.Anda tak pernah bisa memastikan apakah pengguna mobil sebelumnya melakukan spooring dan balancing sesuai anjuran dari bengkel, yakni tiap 20 ribu km untuk rute harian jalanan mulus atau tiap 10 ribu km untuk rute harian jalanan jelek.Ganti Semua Filter pada MobilSelain oli dan pelumas, segala komponen penyaring (filter) mobil bekas yang Anda beli pun amat disarankan untuk diganti. Misalnya saja filter oli, filter bahan bakar, filter udara, filter kabin.Alasannya, Anda tidak tahu pasti kapan terakhir kali semua filter tersebut diganti. Padahal, fungsi filter-filter ini cukup penting, yakni ‘menangkap’ segala kotoran yang ada di udara, bahan bakar, oli, agar tak menghambat kinerja di ruang bakar, ruang pacu, dan lain-lain.Alasan lain, kita tak tahu pasti pula kualitas BBM atau oli yang digunakan pemilik terdahulu. Faktor tersebut dapat memperpendek usia pakai filter.Mutasi dan/atau Balik Nama Surat-surat KendaraanMembeli mobil bekas dengan surat-surat yang lengkap adalah sebuah keharusan. Jika tidak, Anda bisa bermasalah dengan hukum ke depannya dan tentu saja itu bakal merugikan.Setelah membeli mobil bekas, Anda masih perlu mengurus balik nama Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Ini penting demi kemudahan pembayaran pajak tahunan maupun lima tahunan dari kendaraan Anda selama pemakaian.Kalau Anda membeli mobil bekas di luar daerah domisili, urus dulu mutasi surat-surat kendaraan, sebelum balik nama kendaraan.Cara, proses, dan biaya mutasi serta balik nama surat-surat kendaraan bisa Anda baca di artikel Mobil123.com sebelumnya yang berjudul ‘Cara Urus Mutasi dan Balik Nama Mobil Bekas: Syarat Hingga Biaya’.Keenam poin di atas diestimasikan memerlukan biaya antara Rp5-10 juta untuk mobil merek Jepang, tergantung berapa banyak suku cadang yang harus diganti.Sedangkan untuk mobil merek non-Jepang diperkirakan bisa mencapai Rp10-20 juta, kalau ternyata banyak komponen yang mesti diganti. [Xan/Ses] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait mobil bekas oli roda mobil Cek Mobil Bekas membeli mobil bekas Kaki-kaki Mobil balik nama mobil bekas komponen mobil Spooring dan Balancing Surat-Surat Kendaraan
Kabar Baik bagi Pembeli Mobil Bekas, Bea Balik Nama Gratis sampai Januari 2025 Mobil Bekas 06 November 2024
Tips Membeli Mobil Bekas di Balai Lelang, Ini yang Harus Diperhatikan Panduan Pembeli 17 February 2022
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...