Ini Daftar Aksesoris Motor yang Berbahaya

Berita Otomotif

Ini Daftar Aksesoris Motor yang Berbahaya

JAKARTA – Aksesoris untuk motor bisa mempercantik tampilan namun bisa juga mengundang malapetaka bagi para penggunanya. Di pasaran saat ini banyak beredar aksesoris untuk meningkatkan penampilan kendaraan khususnya roda-dua. Banyak aksesoris juga diandalkan para pengguna sepedamotor untuk memudahkan mereka dalam melakukan perjalanan.

Namun sayangnya ada beberapa aksesoris yang ditawarkan di pasaran, ternyata bisa mengundang bahaya bagi para penggunanya. Bukan tidak mungkin jika terjadi insiden, bisa membahayakan pengguna jalan lainnya.

Berikut ini aksesoris yang bisa membahayakan pengguna sepedamotor

  • Boks barang depan dan samping

Boks yang berada di depan dan samping dapat mengundang bahaya bagi penggunanya maupun pengguna kendaraan lain. Aksesori model ini, jika di depan maupun samping bisa memindahkan distribusi bobot kendaraan. Sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu manuver dari kendaraan.

Sementara boks di samping kendaraan membuat dimensi kendaraan semakin lebar, ini juga bisa mengganggu pengguna jalan lainnya. Boks jenis ini bisa membuat kendaraan atau benda di sekitarnya tersangkut, jika ukurannya terlalu besar.

  • Kursi anak-anak di depan

Aksesoris ini sangat membahayakan khususnya bagi anak yang berada di depan. Karena tempat duduk ini akan mengganggu manuver dari kendaraan. Selain itu, anak akan menjadi airbag bagi si pengendara saat terjadi insiden.

  • Kaca spion di setang

Aksesori Motor
Aksesori jenis ini banyak ditemukan pada motor modifikasi bergaya klasik. Kaca spion yang ditempatkan pada ujung alat kemudi tersebut mengurangi daya jelajah dari kaca. Artinya blind spot atau bidang yang tidak terjangkau spion semakin besar. Pengendara juga harus sedikit menoleh untuk bisa melihat spion, di mana ini cukup membahayakan karena merusak konsentrasi.

  • Footpeg tambahan

Memodifikasi kendaraan dengan menambahkan pijakan kaki disebutkan bisa membahayakan. Karena mengubah posisi berkendara yang membuat refleks pengemudi menjadi berkurang. Selain itu, posisi kaki yang keluar dari bodi motor membahayakan karena bisa terbentur benda lain di jalanan.

“Footpeg atau apapun namanya letaknya harus di dalam cover depan. Alasan space untuk menaruh barang itu sebenarnya dari segi ekonomis bukan keamanan. Footpeg dan kaki rawan terganjal benda-benda statis di sekitar. Aksesori ini juga membuat kebiasaan dan kewaspadaan yang berkurang. Memang selama ini lebar setang jadi patokan, tapi itu di bagian atas bukan di bagian bawah. Di bawah ya cover depan motor itu sendiri,” kata Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI).
aksesori berbahaya

Baru-baru ini Yamaha meluncurkan aksesoris untuk produk terbarunya yakni Yamaha Gear 125. Skutik low-entry tersebut ditawarkan dengan footpeg tambahan sebagai aksesoris. Meski dikatakan aksesori tersebut belum dipasarkan secara resmi. Pihak Yamaha sendiri saat ini menyatakan aksesorisnya tidak membahayakan.

“Aksesoris Yamaha Gear 125 purposenya adalah optional accessories untuk pijakan kaki pada saat membawa barang di footboard, sehingga kaki tidak terasa lelah dan ada dudukan untuk kaki pengendara,” ucap Anton Widiantoro, Manajer Public Relations PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Menurutnya footpeg tambahan tersebut dirancang secara otomatis terlipat jika terjadi benturan dari arah depan atau terjatuh. Footpeg tambahan itu dikatakan bisa dilipat ke dalam sehingga tidak membahayakan. Aksesoris ini sendiri baru dipasarkan pada Februari 2021 dan akan tersedia di semua dealer Yamaha.

Di lain hal, Jusri Pulubuhu sebagai praktisi keselamatan dari JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting) mengatakan bahwa footpeg tambahan tersebut berbahaya, karena mengubah posisi berkendara. Selain mengurangi refleks dari pengendara tentunya.

“Menurut saya tidak aman sama sekali karena memindahkan kontrol dari sepedamotor itu sendiri. Skutik ini kontrolnya semua ada di tangan, motor ini betul-betul untuk jarak pendek. Adanya pijakan kaki di luar dan ke depan akan membuatnya pasif akan manuver tajam. Selain itu, dengan posisi kaki keluar pengendara akan duduk dengan punggungnya. Dari sisi kesehatan tidak ergonomis dan membahayakan,” jelas Jusri. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar