Aduh, Masyarakat Indonesia Tunda Beli Mobil Demi Tunggu PPnBM 0 Persen

Berita Otomotif

Aduh, Masyarakat Indonesia Tunda Beli Mobil Demi Tunggu PPnBM 0 Persen

JAKARTA – Pelaku pasar melihat masyarakat Indonesia sedang menahan pembelian mobil baru pada Februari ini, karena menunggu relaksasi pajak bulan depan. Transaksi jual – beli Februari pun diperkirakan lebih kecil dibanding Januari.

Seperti diketahui, mulai Maret 2021 pemerintah memberikan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) secara bertahap selama sembilan bulan. Tahap pertama adalah insentif PPnBM 0 persen pada Maret – Mei.

Stimulus dari pemerintah tak hanya relaksasi pajak mobil baru. Ada pula aturan Down Payment (DP/Uang Muka) 0 persen

Kelonggaran pajak diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terlebih dahulu, pada pekan kedua Februari. Sebagai dampaknya, calon konsumen menunda pembelian mobil.

“Pada Februari, jika melihat perkembangan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) setelah pengumuman relaksasi PPnBM, umumnya masyarakat menunda pembelian mobil. Saya sudah komunikasi dengan teman – teman di Toyota dan ternyata kondisinya sama. Pada dasarnya, masyarakat menantikan untuk merealisasikan rencana pembelian mereka di Februari ini nanti, pada Maret, karena mengharap mobil-mobil bermesin 1.500 cc ke bawah mendapatkan relaksasi,” papar Amelia Tjandra selaku Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor menanggapi pertanyaan Mobil123.com dalam konferensi pers virtual, Jumat (19/2/2021).

Daihatsu Terios Turun Harga karena PPnBM 0 persen mobil baru

Menurut Amelia, bisa jadi penjualan roda empat selama Februari akhirnya lebih kecil daripada sebulan sebelumnya. Performa pasar pada bulan pembuka 2021 sendiri ‘hanya’ 52.910 unit untuk wholesales (distribusi pabrik ke dealer/untuk stok) dan 53.997 unit di sisi retail (distribusi dealer ke konsumen).

Raihan wholesales turun 8,7 persen jika dibandingkan Desember 2020. Sementara itu, pencapaian retail drop 28 persen.

“Tapi kami percaya, walaupun Februari ini penjualan mobil turun, pada Maretnya pasti akan naik. Program ini (relaksasi pajak mobil baru) pasti akan menstimulasi mereka yang mempunyai niat membeli dan mempunyai daya beli,” sambung Amelia lagi.

Daihatsu Xenia Turun Harga karena PPnBM 0 persen mobil baru

Target penjualan mobil 2021 dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang berjumlah 750 ribu unit bisa jadi terlewati berkat insentif pajak mobil baru dari pemerintah. Proyeksi Gaikindo naik 30 persen dari capaian pada 2020 yang cuma 500 ribuan unit.

Di sisi lain, ada pula ancaman laten dari masih berlangsungnya pandemi virus Corona (Covid-19) yang bisa berdampak negatif bagi pasar. Pabrikan masih mengamati dengan seksama berbagai faktor pendorong maupun tantangan yang dihadapi.

“Sulit diprediksi sekali karena tergantung situasi pandemi. Regulasi-regulasi baru mungkin akan pengaruhi juga,” pikir Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and Customer Relations Division Head PT. Astra International – Daihatsu Sales Operation. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar