5 Cara Menghemat BBM yang Ternyata Punya Dampak Negatif

Panduan Pembeli

5 Cara Menghemat BBM yang Ternyata Punya Dampak Negatif

JAKARTA - Ada banyak kebiasaan yang diyakini bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih baik, namun ternyata itu tidak sefektif harapan, bahkan beresiko menimbulkan efek negatif lain.

Efek negatifnya pun bermacam-macam. Mulai dari hanya menghabiskan uang hingga meningkatkan resiko kecelakaan. Dilansir dari MarketWatch berikut adalah kebiasaan orang untuk meningkatkan efisiensi BBM yang ternyata tidak seefektif harapan.

Menggunakan zat adiktif bensin

Penambahan zat adiktif memang bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar, namun harga dari zat adiktif tersebut terbilang mahal. Bahkan, zat tersebut justru bisa lebih mahal ketimbang membiarkan bensin dalam kondisi apa adanya. Bila tujuannya memang hanya untuk menghemat bahan bakar, lebih baik menjaga kondisi mesin agar tetap bersih dan melakukan perawatan rutin.

Mematikan AC
Menggunakan AC memang membuat mesin bekerja lebih berat dan membuat mesin bekerja lebih keras sehingga membuat konsumsi bahan bakar lebih boros. Namun, dengan mematikan AC maka penghuni kendaraan akan terpancing untuk membuka jendela. Akibatnya aerodinamika mobil akan terganggu.

Untuk itu pastikan saja mobil tetap terjaga aerodinamika, hindari membawa barang terlalu banyak, tidak memasang roof rack dan menjaga kecepatan agar stabil. Dengan demikian bahan bakar akan tetap terjaga dengan baik.

Isi bensin pagi hari
Cairan menyusut di suhu rendah dan memuai di suhu tinggi adalah fakta. Namun bukan berarti mengisi bahan bakar di pagi hari lantas akan membuat Anda mendapatkan bensin jauh lebih banyak ketimbang di siang hari dengan harga sama. Ini karena BBM disimpan di sebuah tangki di bawah tanah yang suhunya dijaga agar tetap stabil.

Dengan demikian, membeli bahan bakar di siang, malam atau pagi hari tidak akan memberi perbedaan signifikan. Namun, bukan berarti membeli bahan bakar di pagi buta tidak menguntungkan. Pom bensin umumnya masih sepi di pagi hari atau tengah malam sehingga Anda akan terhindar dari antrian panjang dan kemacetan parah yang menyebabkan mobil berhenti lama dalam kondisi mesin menyala.

Menggunakan alat penghemat BBM
Alat penghemat bahan bakar umumnya hanya meningkatkan kualitas udara yang masuk ke mesin pembakaran. Memang bisa membuat efisiensi BBM meningkat, tapi ada cara lebih murah ketimbang membeli alat tersebut. Cara paling sederhana adalah dengan membersihkan secara rutin filter udara.

Mengisi tekanan udara ban lebih keras
Adalah fakta dengan mengurangi hambatan gulir ban akan membuat konsumsi energi menjadi lebih efisien. Tapi mengisi tekanan ban terlalu tinggi juga beresiko negatif, khususnya dari aspek keselamatan.

Dengan meningkatkan tekanan udara di atas rekomendasi pabrikan, maka membuat tapak ban yang menyentuh jalan akan semakin mengecil. Akibatnya, traksi ban pada jalan akan berkurang dan mennambah jarak pengereman. Akibatnya, Anda harus lebih berhati-hati agar tidak menabrak ketika berkendara.

Tak hanya itu, ban juga akan menjadi lebih cepat habis sehingga penggantiannya akan menjadi lebih singkat. Tentunya membeli ban baru justru lebih mahal ketimbang efisiensi bahan bakar yang telah diperoleh. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support