Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif Warga yang Nekat Mudik Bisa Dipenjara atau Denda Rp 100 Juta Warga yang Nekat Mudik Bisa Dipenjara atau Denda Rp 100 Juta Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 21 April 2020 17:16 JAKARTA – Warga yang masih nekat atau ngotot mudik meski sudah ada larangan resmi dari pemerintah bisa kena hukuman penjara atau denda dalam jumlah yang besar.Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada Selasa (21/4/2020) mengumumkan larangan mudik Lebaran tahun ini demi mencegah penularan dan penyebarluasan virus Corona yang diumumkan masuk Indonesia pada 2 Maret 2020. Larangan mudik awalnya hanya berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI – Polri, maupun seluruh karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).Setelahnya, Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Panjaitan memberitahukan bahwa larangan mudik efektif berlaku mulai 24 April 2020. Namun, penindakan dan pemberian sanksi baru dimulai pada 7 Mei 2020.Adapun sanksi atau hukuman bagi yang melanggar sudah dibahas dan dibocorkan sebelum itu dalam diskusi virtual Katadata pada Senin (20/4/2020). Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi menjelaskan pihaknya sedang menyiapkan draf Peraturan Menteri Perhubungan terkait larangan mudik dan di dalamnya nanti juga mengatur sanksi. Artikel terkait Ini 19 Titik Pantau di Jakarta dan Sekitarnya untuk Cegah Pemudik Berita Otomotif 24 April 2020 Mudik Dilarang, Polda Metro akan Awasi Sampai ke Jalan Tikus Berita Otomotif 30 May 2023 Luhut: Larangan Mudik Berlaku di Daerah PSBB atau Zona Merah Corona Berita Otomotif 22 April 2020 “Sanksinya itu bisa diterapkan sesuai dengan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan. Sudah ada di sana. Kemudian berikutnya yang teringan mungkin sanksinya dikembalikan saja untuk tidak mudik,” ucap Budi.Kabag Penum Biro Penmas Divhumas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, dalam diskusi yang sama, mengatakan bahwa saat pemerintah sudah resmi melarang mudik, maka pelanggarnya bisa dikenakan hukuman pidana sebagai sanksi terberat. Ini telah diatur dalam UU Kekarantinaan Kesehatan.“Sebagaimana ketentuan pidana dalam UU Kekarantinaan Kesehatan khususnya di Pasal 93, maka bisa dikenakan sanksi pidana 1 tahun penjara dan/atau denda Rp 100 juta. Kemudian selain penegakan hukum mereka tentunya akan diminta kembali ke kediaman atau ke rumah masing-masing,” papar Asep.Sebelum tegas melarang, pemerintah sempat bersikukuh untuk hanya mengimbau warga tidak mudik agar tidak menularkan dan menyebarluaskan virus Corona. Hal ini dilakukan antara lain agar ekonomi tetap berjalan.Akan tetapi, kasus positif terinfeksi dari hari ke hari makin banyak di Indonesia. Sejak 2 Maret 2020 hingga 20 April 2020, sudah ada 6.760 kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19 (747 kasus sembuh, 590 meninggal).Meski telah ada data dan fakta tersebut, jumlah orang yang tetap ingin mudik masih banyak. Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, menyebut berdasarkan survei Kementerian Perhubungan ada 24 persen warga yang masih tetap berniat pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2020, sehingga mudik akhirnya dilarang. [Xan/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait covid-19 hukuman mudik mudik dilarang pandemi virus corona virus corona larangan mudik sanksi mudik 2020 sanksi mudik hukuman mudik 2020 pandemi Covid-19 Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Warga yang Nekat Mudik Bisa Dipenjara atau Denda Rp 100 Juta Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 21 April 2020 17:16 JAKARTA – Warga yang masih nekat atau ngotot mudik meski sudah ada larangan resmi dari pemerintah bisa kena hukuman penjara atau denda dalam jumlah yang besar.Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada Selasa (21/4/2020) mengumumkan larangan mudik Lebaran tahun ini demi mencegah penularan dan penyebarluasan virus Corona yang diumumkan masuk Indonesia pada 2 Maret 2020. Larangan mudik awalnya hanya berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI – Polri, maupun seluruh karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).Setelahnya, Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Panjaitan memberitahukan bahwa larangan mudik efektif berlaku mulai 24 April 2020. Namun, penindakan dan pemberian sanksi baru dimulai pada 7 Mei 2020.Adapun sanksi atau hukuman bagi yang melanggar sudah dibahas dan dibocorkan sebelum itu dalam diskusi virtual Katadata pada Senin (20/4/2020). Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi menjelaskan pihaknya sedang menyiapkan draf Peraturan Menteri Perhubungan terkait larangan mudik dan di dalamnya nanti juga mengatur sanksi. Artikel terkait Ini 19 Titik Pantau di Jakarta dan Sekitarnya untuk Cegah Pemudik Berita Otomotif 24 April 2020 Mudik Dilarang, Polda Metro akan Awasi Sampai ke Jalan Tikus Berita Otomotif 30 May 2023 Luhut: Larangan Mudik Berlaku di Daerah PSBB atau Zona Merah Corona Berita Otomotif 22 April 2020 “Sanksinya itu bisa diterapkan sesuai dengan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan. Sudah ada di sana. Kemudian berikutnya yang teringan mungkin sanksinya dikembalikan saja untuk tidak mudik,” ucap Budi.Kabag Penum Biro Penmas Divhumas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, dalam diskusi yang sama, mengatakan bahwa saat pemerintah sudah resmi melarang mudik, maka pelanggarnya bisa dikenakan hukuman pidana sebagai sanksi terberat. Ini telah diatur dalam UU Kekarantinaan Kesehatan.“Sebagaimana ketentuan pidana dalam UU Kekarantinaan Kesehatan khususnya di Pasal 93, maka bisa dikenakan sanksi pidana 1 tahun penjara dan/atau denda Rp 100 juta. Kemudian selain penegakan hukum mereka tentunya akan diminta kembali ke kediaman atau ke rumah masing-masing,” papar Asep.Sebelum tegas melarang, pemerintah sempat bersikukuh untuk hanya mengimbau warga tidak mudik agar tidak menularkan dan menyebarluaskan virus Corona. Hal ini dilakukan antara lain agar ekonomi tetap berjalan.Akan tetapi, kasus positif terinfeksi dari hari ke hari makin banyak di Indonesia. Sejak 2 Maret 2020 hingga 20 April 2020, sudah ada 6.760 kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19 (747 kasus sembuh, 590 meninggal).Meski telah ada data dan fakta tersebut, jumlah orang yang tetap ingin mudik masih banyak. Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, menyebut berdasarkan survei Kementerian Perhubungan ada 24 persen warga yang masih tetap berniat pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2020, sehingga mudik akhirnya dilarang. [Xan/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait covid-19 hukuman mudik mudik dilarang pandemi virus corona virus corona larangan mudik sanksi mudik 2020 sanksi mudik hukuman mudik 2020 pandemi Covid-19
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...