Luhut: Larangan Mudik Berlaku 24 April 2020, Akses Jabodetabek Dibatasi

Berita Otomotif

Luhut: Larangan Mudik Berlaku 24 April 2020, Akses Jabodetabek Dibatasi

JAKARTA – Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan larangan mudik Lebaran di tengah pandemi virus Corona efektif berlaku pada 24 April 2020, namun penindakan baru pada awal bulan depan. Saat larangan berlaku, akses keluar masuk Jakarta dan kota-kota di sekitarnya dibatasi.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas (Ratas) melalui konferensi video pada Selasa (21/4/2020) mengumumkan larangan mudik Lebaran 2020, bukan lagi imbauan seperti posisi pemerintah sebelumnya. Perubahan kebijakan ini terjadi karena masih banyak warga yang tetap ingin mudik, juga karena berbagai program bantuan sosial sudah berjalan.

Luhut, dalam konferensi pers virtual setelah Ratas, kemudian menyatakan bahwa larangan mudik akan berlaku mulai akhir pekan nanti, ketika masa puasa Ramadan 1441 Hijriah untuk pertama kalinya dimulai. Kendati demikian, saat itu belum ada pemberian hukuman bagi yang melanggar.

“Larangan mudik berlaku efektif terhitung sejak hari Jumat, 24 April 2020. Ada sanksi-sanksinya namun untuk penerapan sanksi yang sudah disiapkan akan efektif ditegakkan mulai 7 Mei 2020,” ucap dia dalam siaran langsung dari akun Facebook Setkab RI.

Seperti diketahui, larangan tersebut digalakkan demi mencegah penularan dan penyebarluasan virus Corona (Covid-19) dari wilayah-wilayah ‘zona merah’. Virus yang berawal di China pada akhir 2019 tersebut, sejak diumumkan masuk Indonesia pada 2 Maret silam hingga 20 April kemarin, sudah menyebabkan adanya 6.760 kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19 (747 kasus sembuh, 590 meninggal).

Larangan mudik ini, lanjut Luhut, nantinya antara lain tidak memperbolehkan lalu lintas orang dan kendaraan untuk keluar dan masuk dari dan ke wilayah khususnya Jabodetabek (Jabodetabek). Namun, lalu lintas orang dan kendaraan terkait beberapa hal tertentu masih dibenarkan.

“Dalam hal ini jalan tol tidak akan pernah ditutup tapi hanya dibatasi untuk kendaraan-kendaraan logistik atau yang berkaitan dengan kesehatan, perbankan, dan lain sebagainya. Jadi kita masih buka itu (tol) karena bagaimanapun rakyat ini tetap harus hidup,” tandas dia.

Lalu lintas di dalam Jabodetabek sendiri masih diperbolehkan. Selain itu transportasi massal ia pastikan tetap akan beroperasi.

“Transportasi massal di dalam Jabodetabek seperti KRL juga akan jalan,” tegasnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar