Toyota Yakin Capai Rekor Ekspor Baru Meski Dihadang Vietnam

Berita Otomotif

Toyota Yakin Capai Rekor Ekspor Baru Meski Dihadang Vietnam

JAKARTA – Toyota mengutarakan kepercayaan dirinya mencapai rekor baru ekspor di Indonesia tahun ini meski dihadang regulasi dari Vietnam. Optimisme ini berdasar pada pencapaian positif di selama tujuh bulan berjalan 2018.

Toyota mengumumkan bahwa pada Januari – Juli 2018 mereka berhasil mengekspor 117.200 unit, naik 1,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year) sebanyak 115.800 unit. Volume tersebut agak berbeda dengan yang terdapat pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yaitu 114.795 unit atau turun sedikit secara year on year.

“Ini karena data Gaikindo didasarkan pada volume yang sudah dikapalkan, sedangkan dasar data kami adalah volume mobil yang sudah diproduksi untuk ekspor selama Januari - Juli tapi mungkin pengapalannya ada yang setelahnya,” jelas Teguh Trihono, General Manager External Affairs PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), meladeni pertanyaan Mobil123.com di sela-sela perayaan ekspor sejuta unit Toyota selama 31 tahun pada Rabu (5/9/2018) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Fortuner merupakan model dengan sumbangan terbanyak, dengan volume 30.900 unit. Berturut-turut menyusul di belakangnya adalah Avanza (21.900 unit), Agya (17.000), Vios (15.800 unit), Rush (12.700 unit), Kijang Innova 4.200 unit.

Ada pula gabungan antara Sienta, Yaris, Town Ace/Town Lite sebesar 14.600 unit. Model-model itu dirakit oleh dua pihak yakni TMMIN plus PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk mobil-mobil compact.

Edward Otto Kanter, Wakil Presiden Direktur TMMIN, menjelaskan bahwa performa ekspor Toyota sempat tertekan pada semester pertama karena situasi regulasi di negara tujuan ekspor. Seperti diketahui, Vietnam per 1 Januari 2018 menerapkan aturan pengetatan mobil impor dari luar negeri melalui peraturan No.116/2017/ND-CP yang mengharuskan setiap pengapalan mobil dari luar negeri menjalani tes emisi dan keamanan.

Di samping itu, tiap model yang diimpor ke Vietnam juga harus memiliki Vehicle Type Approval (VTA) dari sebagai bukti kendaraan tersebut memenuhi segala syarat yang ditetapkan pemerintah Vietnam. Namun, berkat dukungan kuat pemerintah dan pihak-pihak terkait aktivitas ekspor berangsur membaik dan diharapkan kembali normal dalam waktu dekat.

“Pada umumnya tren ekspor di semester dua lebih baik daripada semester pertama. Oleh karena itu kami optimistis bisa mencapai pertumbuhan ekspor sebesar 10 persen seperti ditargetkan di awal tahun,” ujar Edward.

Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur TMMIN, menjelaskan target ekspor mereka pada 2018 adalah 217 ribu unit. Ini, jika tercapai, bakal menjadi volume ekspor terbesar Toyota dari Indonesia. Rekor sebelumnya adalah 199 ribu unit yang digapai pada 2017. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar