Covid-19 Makin Ganas, Toyota Tutup Pabrik di Jepang

Berita Otomotif

Covid-19 Makin Ganas, Toyota Tutup Pabrik di Jepang

TOKYO – Toyota akan menghentikan sementara aktivitas produksi mobil di pabrik miliknya di Jepang.

Penghentian sementara produksi mobil Toyota di tiga pabrik akan dilakukan beberapa hari di Agustus 2021. Adapun penyebab dari penghentian sementara produksi tersebut bukan karena pabrik  kekurangan chip semi konduktor, melainkan tingginya angka penyebaran Covid-19 di Asia.

Rencananya, Toyota akan menghentikan sementara produksi mobilnya di pabrik Tahara, Prefektur Aichi selama empat hari mulai 3 Agustus. Kemudian Toyota Auto Body Co akan menangguhkan produksi di pabrik Yoshiwara selama dua hari mulai 5 Agustus. Pabrik ini memproduksi Lexus dan Land Cruiser.

Toyota Corolla Cross

Tak hanya itu, Toyota juga mengumumkan akan menghentikan produksi sementara di pabrik yang terletak di Fujimatsu, prefektur Aichi selama lima hari mulai 29 Juli. Penghentian sementara aktivitas pabrik ini akan mengurangi jumlah produksi Alphard dan Vellfire hingga 3.000 unit.

Keputusan yang di ambil Toyota bukanlah sesuatu hal yang aneh sejak wabah pandemi Covid-19 muncul. Beberapa produsen otomotif memang sempat menghentikan produksi kendaraannya karena pandemi.

Penghentian produksi yang dilakukan oleh sebagian produsen otomotif rupanya berdampak ke industri lain.

Salah satunya adalah menurunnya produksi chip semi konduktor yang banyak digunakan sebagai salah satu suku cadang penting pada kendaraan. Kurangnya produksi tersebut berakibat banyaknya pabrik harus melakukan penyesuaian produksi mobil.

Toyota

Toyota Thailand adalah satu yang sangat terdampak akan langkanya chip semi konduktor. Akibatnya mereka terpaksa menangguhkan produksi di pabrik Ban Pho pada 27 Juli dan di Pabrik Samrong, serta Gateway pada 28 Juli.

Kondisi tersebut tentunya cukup mengkhawatirkan, karena Thailand merupakan salah satu negara pengekspor kendaraan terbesar di Asia. Bahkan saat ini kapasitas produksi Toyota di Thailand mencapai 550.000 kendaraan per tahun.

Sementara itu, di Indonesia penutupan pabrik juga sempat terjadi di awal pandemi Covid-19 tahun lalu. Namun, saat gelombang Covid-19 kedua mulai menerpa Indonesia, belum ada informasi pabrik mobil yang ditutup.

Pabrik tetap beroperasi dengan penyesuaian jumlah pekerja dan adanya pengurangan unit yang diproduksi. [Adi/Ses]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar