Toyota: Jual – Beli Mobil Online Berpeluang Jadi Tren di Indonesia

Berita Otomotif

Toyota: Jual – Beli Mobil Online Berpeluang Jadi Tren di Indonesia

JAKARTA – Toyota menilai peran dealer maupun penjualan konvensional masih amat besar di Indonesia, tapi cara jual – beli mobil secara online bukan tak mungkin menjadi tren di masa depan, seperti yang terjadi di pasar otomotif negara-negara maju. Toyota bersiap diri jika itu terjadi.

Jual-beli mobil online memang makin dilirik di pasar otomotif maju. Contoh terakhir adalah Tesla, yang mulai awal Maret menutup sebagian besar dealer di Amerika Serikat kemudian bergantung pada metode penjualan online.

 Digitalisasi pasar otomotif juga sudah terasa di Indonesia, meski belum seekstrem itu. Salah satu tolok ukurnya adalah makin banyaknya situs-situs jual-beli mobil online, baik untuk mobil baru maupun bekas, termasuk Mobil123.com.

Agen pemegang merek Toyota di Indonesia, pada awal pekan ini, juga mulai melakukan digitalisasi proses penjualan dengan meluncurkan asisten interaktif virtual di Line maupun Facebook Messenger. Chatbot bernama Tarra itu berbasiskan kecerdasan artifisial dan mampu menjawab berbagai pertanyaan seputar informasi produk, spesifikasi, harga, hingga menghubungkan konsumen langsung dengan dealer-dealer Toyota.

“Sebanyak 80 persen first buyer (pembeli mobil pemula) sekarang mencari informasi lewat internet sebelum membeli kendaraan,” ucap Henry Tanoto, Wakil Presiden Direktur Eksekutif PT. Toyota Astra Motor (TAM), menjelaskan latar belakang penciptaan Tarra dalam konferensi pers di Jakarta.

Toyota membeberkan proses digitalisasi mereka tak akan berhenti sampai di situ. Berbagai tahap pembelian kendaraan juga bakal mereka digitalkan.

Pasalnya, peran internet di Indonesia makin dalam di siklus pembelian kendaraan.

“Banyak aspek lain yang belum kami bantu (secara digital). Seperti hitung-hitungan cicilan kendaraan, memilih aksesoris, booking service, sampai pada akhirnya adalah proses penggantian kendaraan. Yang kami lakukan saat ini baru sebagian dari proses itu,” tandas Henry.

Tren Jual-Beli Mobil Online
Toyota sendiri menganggap jual-beli mobil online belum bisa dikatakan sebagai tren di Indonesia. Mayoritas konsumen mobil Tanah Air masih merasa perlu ke dealer untuk melakukan pembelian.

Yang terjadi saat ini adalah makin terhubungnya jalur online dengan offline. Konektivitas itu Henry yakini makin kuat di masa depan.

“Online nantinya banyak membantu pencarian info dari segala sumber dan membantu membuat keputusan. Tapi pada akhirnya fungsi offline (dealer) akan tetap tinggi,” nilainya.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran TAM, menambahkan bahwa siklus pembelian kendaraan terdiri dari empat tahap yaitu awareness, interest, purchase, after purchase. Internet saat ini bukan  lagi mempengaruhi tahap pertama (awareness), tapi juga tahap kedua (interest).

“Pembelian aktualnya masih banyak dilakukan secara langsung antara konsumen dengan dealer. Apalagi untuk after purchase. Itu tren saat ini. Tapi bukan tidak mungkin berubah kalau melihat negara-negara lain dan perkembangan di Indonesia,” tuturnya.

Ia membocorkan saat ini per bulan ada 1 juta unique visitors di situs resmi Toyota Indonesia. Sementara, jumlah prospek (leads) yang didapat dari situ rata-rata 3.000 per bulan, dengan rata-rata realisasi penjualan wholesales per bulan sekitar 25 ribu - 30 ribu unit.

Jika melihat situasi di Toyota Amerika Serikat, bukan tak mungkin prospek penjualan dari online makin besar jumlah maupun kontribusinya. Situasi ini mempengaruhi anggaran pemasaran digital.

“Sebagai gambaran, ketika saya menjadi marketing department head sekitar 10 tahun lalu anggaran untuk digital itu kira-kira 10-15 persen komposisinya dari total anggaran promosi kami. Sekarang ini sudah mendekati 50 persen. Hampir 50 – 50,” tutupnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support