Toyota Avanza Facelift Salah Satu Sebab Penjualan Mobil Januari Turun

Berita Otomotif

Toyota Avanza Facelift Salah Satu Sebab Penjualan Mobil Januari Turun

JAKARTA – Distribusi Toyota Avanza facelift yang belum maksimal disebut-sebut sebagai satu dari dua alasan mengapa penjualan wholesales mobil nasional pada Januari 2019 turun.

Data yang dikirimkan PT. Astra International menunjukkan penjualan wholesales mobil di seluruh Indonesia pada Januari mencapai 81.218 unit. Volume tersebut turun 15,36 persen jika dibandingkan dengan performa periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 95.955 unit.

Penurunan terjadi relatif merata. Berbicara empat merek yang ditangani Grup Astra, Toyota turun 1,25 persen dari 25.410 unit jadi 25.092 unit dan Daihatsu turun 21,39 persen dari 18.788 menjadi 14.769 unit.

Isuzu yang juga dibawahi Grup Astra naik 50,1 persen dari 1.561 unit menjadi 2.543 unit. Adapun Peugeot yang pada Januari 2018 menyuplai 1 unit belum mendistribusikan kendaraan sama sekali pada bulan pertama 2019.

Lebih lanjut, penjualan Mitsubishi turun 7,72 persen dari 17.753 unit menjadi 16.383 unit. Honda tereduksi 25,85 persen dari 13.572 unit ke 10.064 unit.

Suzuki terjerembab 28,15 persen dari 11.511 unit menjadi 8.271 unit. Nissan melesu 67,45 persen dari 1.189 unit menjadi 387 unit.

Adapun merek-merek lain secara akumulatif turun 36,65 persen distribusi mobilnya ke pasar dari 6.170 unit ke 3.909 unit.

Fransiskus Soerjopranoto, Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM), menyodorkan dua faktor utama penurunan penjualan mobil yang langsung terjadi pada bulan pertama 2019. Pertama adalah faktor tahun politik yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden pada April nanti yang membuat pergerakan pasar tahun ini berpotensi melesu.

“Siklus lima tahun lalu menunjukkan bahwa pasar otomotif Indonesia mengalami penurunan pada saat periode pemilu dan saat itu berlangsung selama satu tahun. Tapi kali ini mungkin ada perubahan (tidak sepanjang tahun) karena para agen tunggal pemegang merek gencar memperkenalkan produk baru,” ucap Soerjopranoto kepada Mobil123.com melalui pesan singkat, akhir pekan lalu.

Andil Avanza Facelift
Faktor kedua, menurut Soerjopranoto, adalah distribusi Avanza Facelift yang belum maksimal pada Januari. Kondisi distribusi mobil terlaris di Indonesia ini sedikit-banyak turut andil dalam penurunan pasar roda empat.

“Di sisi lain, kami juga menunggu tambahan pasokan dari pabrikan untuk model-model yang baru kami luncurkan pada Januari lalu, seperti Avanza. Mudah-mudahan bisa menaikkan penjualan ke depannya,” tutup dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar